Berperan antagonis di musikal "IBU", Morgan Oey mengaku kesulitan

id Morgan Oey,musikal horror ,berita sumsel, berita palembang, antara palembang

Berperan antagonis di musikal "IBU", Morgan Oey mengaku kesulitan

Tangkapan layar aktor Morgan Oey dalam konferensi pers virtual musikal horor "IBU", Kamis, (28/10/2021) (ANTARA/Suci Nurhaliza)

Jakarta (ANTARA) - Pertama kali mendapatkan peran sebagai sosok antagonis, Morgan Oey mengaku merasa kesulitan saat berperan sebagai Surya di drama musikal horror "IBU".
"Paling kalau kesulitan sih karena ini pertama kali saya dapat peran antagonis jadi untuk menggojlok dengan timeline yang lumayan padat gitu untuk bikin karakter Surya se-believable mungkin. Tidak terkesan kayak ya sudah kalau antagonis ya seperti itu. Karena takutnya stereotype," ungkap Morgan saat meet and greet virtual drama musikal horror "IBU", Kamis (4/11).

Selain merasa cukup kesulitan dalam memerankan sosok antagonis, Morgan juga mengaku bahwa dia merasa minder saat melakukan proses rekaman. Sebab, dia merasa lawan mainnya memiliki talenta yang bagus sehingga dia merasa harus bersungguh-sungguh untuk melakukan perannya.

"Kedua kesulitan tersendiri kayaknya pas proses rekaman. Pas proses rekaman agak-agak minder gitu. Bisa dilihat sendiri kan kalian gimana talenta-talenta suara teman-teman saya ini berempat. Jadi waktu saya harus melakukan proses tapping rekaman tuh benar-benar saya harus mempersiapkan diri. Nggak boleh main-main," ujar Morgan.

Baca juga: Main musikal horor "IBU", Morgan Oey "pecah telor" perankan antagonis

Tak hanya menceritakan tentang kesulitan yang dia rasakan secara pribadi, Morgan pun menceritakan kisah mistis yang dia rasakan saat proses pembuatan drama musikal horror "IBU". Saat itu, dia bersama Sita Nursanti sedang melakukan meditasi di sebuah ruangan.

"Kayaknya kalau yang kejadian mistis itu waktu di syuting sih nggak ada ya. Tapi waktu berproses waktu itu, in this room, ini ruang meditasi kita ada kejadian," jelas Morgan.

"Jadi ceritanya waktu itu kami memang melakukan sebuah proses yaitu pendalaman karakter dengan melalui meditasi yang dipandu oleh Ammir. Ternyata di salah satu tahapannya itu ada yang hadir yang ternyata beliau itu juga dilihat oleh bapak Morgan gitu. Kami satu karpet memang karena kan sebelahan," kata Sita menimpali.

Morgan mengatakan, alasan dirinya memilih untuk duduk di karpet tersebut karena berada di dekat pintu. Sebab sebelumnya, Ammir Gita selaku komposer dari musikal ini mengatakan bahwa di ruangan meditasi mereka ada sesosok "wanita" bernama Teh Ocha.

"Ngobrol kayak iya nanti kita akan ada meditasi. Di sini ya. Nah pokoknya tuh katanya ada Teh Ocha. Anggap saja teteh ya. Nah ternyata ada di sini. Jadi waktu saya mendengar itu otomatis saya agak panik kan karena saya sebenarnya rada-rada takut juga," papar Morgan.

"Jadi pada saat masuk ke ruangan ini sudah kasih salam, permisi segala macam, tiba-tiba cuma ada kita berdua ya sudah kita di karpet ini saja dekat pintu. Eh malah ternyata karpet itulah yang menjadi tempat teteh menampakkan diri," tutupnya.