Pasien COVID-19 Babel bertambah 132 jadi 6.738 kasus

id covid-19,positif,meninggal,vaksin covid,vaksin corona,vaksin covid-19,vaksinasi,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, palembang hari ini

Pasien COVID-19 Babel bertambah 132 jadi 6.738 kasus

Pemprov Kepulauan Babel gencarkan tes swab COVID-19 (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaporkan pasien baru terpapar virus corona bertambah 132 orang, sehingga secara kumulatif  yang menjadi 6.738 jiwa.

"Saat ini, penambahan kasus baru COVID-19 didominasi klaster keluarga, kampung dan pesantren," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan berdasarkan data terbaru pada Sabtu (20/2) malam, pasien dinyatakan selesai isolasi atau bebas COVID-19 sebanyak 5.836 (bertambah 99), meninggal dunia 104 (bertambah 1), dalam isolasi/perawatan 798 (bertambah 132 - berkurang 100) dan kumulatif kasus konfirmasi 6.738 (bertambah 132).

Kumulatif kasus orang terkonfirmasi COVID-19 tersebar di Pangkalpinang 2.609 (bertambah 38), Bangka 1.761 (bertambah 29), Bangka Tengah 1.096 (bertambah 21), Bangka Barat 317 (bertambah 2), Bangka Selatan 312 (bertambah 39), Belitung 392 (bertambah 2), Belitung Timur 251 (bertambah 1).

Sementara itu, 798 orang masih atau sedang menjalani isolasi dan karantina, terdapat di Pangkalpinang 553, Bangka 69, Bangka Tengah 66, Bangka Barat 23, Bangka Selatan 51, Belitung 31, Belitung Timur 5 orang pasien.

"Penambahan 132 orang yang terkonfirmasi COVID-19 ini, semakin mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus corona belum berakhir, masih terus terjadi, dan faktanya wabah/virus ini ada di sekitar kita," ujarnya.

Menurut dia meskipun vaksinasi COVID-19 sudah diberikan, tidak berarti bahwa orang yang sudah divaksin boleh mengabaikan Protokol Kesehatan. Bagaimana pun kita tetap harus menjaga diri dari potensi terpapar COVID-19 dan kemungkinan bahwa virus ini telah beradaptasi atau bermutasi.

"Saat ini penularannya tidak lagi didominasi oleh kasus impor, namun sudah terjadi kasus transmisi lokal yang cukup massif. Ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini," ujarnya. ***3***

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar