Menpora mengungkapkan keinginan Presiden Jokowi timnas tembus babak penyisihan Piala Dunia U-20

id Kemenpora,Piala Dunia U-20 2021,piala dunia u-20,menpora,presiden jokowi,timnas u-20 tembus babak penyisihan

Menpora mengungkapkan keinginan Presiden Jokowi timnas tembus babak penyisihan Piala Dunia U-20

Menpora Zainudin Amali. ANTARA/HO-Humas Kemenpora/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengungkapkan harapan Presiden Joko Widodo terhadap tim nasional yang akan membela Merah Putih di Piala Dunia U-20 2021 bisa tembus hingga babak penyisihan.

Harapan presiden tersebut diungkapkan kepada Menpora dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat rapat terbatas (Ratas) persiapan Piala Dunia U-20 2021 bersama beberapa kementerian lain di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

"Presiden berharap maksimal, tidak hanya sampai babak penyisihan sebab kita lolos sebagai tuan rumah bukan lewat kualifikasi," ungkap Zainudin saat jumpa pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.

"Jadi harus benar-benar dimanfaatkan. Itu lah kenapa harapannya harus semaksimal mungkin, tapi tetap harus realistis hasilnya," katanya menambahkan.

Harapan presiden tentu bukan sesuatu yang enteng. Indonesia akan bersaing dengan 23 negara lain dari berbagai belahan dunia.

Namun jika dibandingkan dengan ekspektasi Presiden Jokowi, PSSI sebetulnya mempunyai target yang lebih tinggi yang dibebankan, yakni bisa tembus delapan besar bahkan semifinal.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pun sebelumnya menyanggupi arahan presiden yang menginginkan prestasi timnas Indonesia yang bagus di Piala Dunia U-20 2021 yang akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2021.

Timnas U-19 masih punya setidaknya dua panggung uji coba untuk bisa membuktikan prestasinya sebelum berlaga di Piala Dunia U-20. Jika sesuai jadwal, mereka akan berkompetisi di Piala AFF U-19 dan Piala Asia U-19 2020 di Uzbekistan, Oktober mendatang.

Kompetisi tersebut juga akan menjadi ajang resmi pertama kali bagi manajer timnas, Shin Tae-yong selama menukangi timnas U-19.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar