Dita debut grup K-pop SECRET NUMBER

id secret number,dita karang,k-pop, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini, jembatan ampera, berita palem

Dita debut grup K-pop SECRET NUMBER

Dita Karang, personel grup K-pop SECRET NUMBER. (Twitter/5ecretnumber)

Jakarta (ANTARA) - Nama Dita Karang mendadak menjadi perbincangan para penggemar K-pop di Indonesia, karena merupakan orang Indonesia pertama yang memulai debutnya sebagai idola di industri hiburan Korea Selatan itu.

Dita, yang baru saja debut melalui grup SECRET NUMBER pada Selasa (19/5), mengaku cukup salah tingkah karena temannya mengatakan ia menjadi viral di negara asalnya.

"Rasanya memalukan untuk mengatakan ini sendiri, tetapi saya mendengar dari kenalan saya bahwa debut saya menjadi perbincangan di Indonesia," kata dia dikutip dari Soompi, Kamis.

Dita berasal dari Yogyakarta dan lahir pada 25 Desember 1996. Ia pernah mengikuti berbagai kompetisi menyanyi dan menari, serta memperdalam ilmu seni di American Musical and Dramatic Academy, New York, Amerika Serikat.

Tak hanya itu, Dita juga pernah tergabung dalam komunitas dance ternama di Korea Selatan, 1MILLION Dance Studio.

Gadis berdarah Bali ini debut bersama empat personel lainnya, yaitu Denise, Jinny, Léa, dan Soodam. Dita pun bukan satu-satunya anggota yang berasal dari luar Korea Selatan.

 
Grup K-pop SECRET NUMBER. (Twitter/5ecretnumber)


Denise lahir di Texas, Amerika Serikat. Sementara Jinny alias Park Jin Hee berasal dari Los Angeles, California, AS. Keduanya merupakan mantan trainee dari agensi yang menaungi BLACKPINK, YG Entertainment.

Lebih lanjut, ada pula Léa atau Ogawa Mizuki berasal dari Tokyo, Jepang, serta Soodam dari Korea Selatan.

"Kami adalah satu-satunya tim K-pop yang menampilkan beragam negara," kata Léa dalam showcase perdana mereka.

Lagu debut SECRET NUMBER, "Who Dis?", diproduksi oleh produser Amerika Melanie Fontana dan Michel 'Lindgren' Schulz, yang telah bekerja dengan Justin Bieber, The Chainsmokers, dan BTS.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar