Warga Merangin mengamuk tak dapat BLT lampiaskan bakar Posko COVID-19

id Polres Merangin,sidiki pelaku pembakaran posko covid-19,posko covid-19 dibakar,covid-19,virus corona,warga bakar posko covid-19

Warga Merangin mengamuk tak dapat BLT lampiaskan bakar Posko COVID-19

Kapolres Merangin, AKBP M Lutfi.(ANTARA/HO)

Jambi (ANTARA) - Kepolisian Resort  Merangin, Jambi saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kasus pembakaran posko penanganan COVID-19 di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap oleh massa yang mengamuk akibat tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kapolres Merangin, AKBP M Lutfi, saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu, membenarkan tim saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kasus pembakaran posko COVID-19 di Desa Air Batu yang terjadi pada Selasa malam (19/5) namun tidak ada korban jiwa hanya kerugian meteril sekitar seratur juta rupiah atas kejadian itu.

"Tim saat ini sedang bekerja melakukan penyelidikan atas kasus itu dan kami belum menetapkan pelaku pembakaran tersebut karena masih mengumpulkan data dan keterangan dilapangan sedangkan kondisi di lokasi kejadian sudah cukup kondusif dan pelakunya akan diproses sesuai hukum," kata Lutfi.

Anggota tim saat ini terus mengumpulkan data dan bukti bukti untuk bisa mengungkap kasus tersebut bermula dari kecurigaan warga atas dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pihak arapat desa kepada orang-orang yang tidak berhak, warga Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, sehingga berujung terjadinya perusakan dan pembakaran posko COVID-19 dan merusak balai desa.

Data dilapangan menyebutkan warga membakar Posko COVID-19 di desa tersebut, bahkan kantor desa setempat juga ikut menjadi sasaran dimana ada puluhan warga yang ada saat kejadian itu dan kasus ini diduga kejadiannya dipicu lantaran perangkat desa memberikan Bantuan Langsung Tunai tidak tepat sasaran.

Ada warga yang seharusnya berhak menerima bantuan COVID-19 senilai Rp 600 ribu melalui dana desa, namun malah tidak mendapatkan. Sementara di sisi lain warga yang tergolong mampu dan rumahnya bagus malah mendapatkan bantuan tersebut.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar