Seniman manipulasi suara industrial jadi suara binatang

id Seni media baru, five passage to the future,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini

Seniman manipulasi  suara industrial jadi suara binatang

Karya Eva Bubla dalam pameran Five Passage to the Future di Galeri Nasional. (Antara/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Seniman media baru Mira Rizki memanipulasi suara industrial menjadi suara-suara binatang, dalam pameran Five Passages to the Future yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta pada 21 Oktober hingga 7 November 2019.

Untuk menikmati karya tersebut, pengunjung harus masuk ke dalam sebuah ruang gelap, yang di beberapa sisi dinding digantung tablet.

Tablet-tablet itu menampilkan gambar-gambar binatang dan juga suara-suara binatang yang sebenarnya bukan suara asli dari binatang.

"Mira merekam suara-suara yang ada di sekitar kita seperti suara knalpot, atau suara-suara pabrik yang kemudian disusun menyerupai suara-suara binatang, kata kurator pameran tersebut Ratna Djuwita di Jakarta, Selasa.

Karya tersebut menjadi semacam satir bahwa akibat dominasi manusia di bumi, kita sudah kesulitan untuk mendengar suara-suara binatang.

Manusia tidak lagi hidup berdampingan dengan alam tetapi hidup berdampingan dengan polusi, sampah dan lain-lainnya.

Mira yang merupakan seniman lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desan Institut Teknologi Bandung, selalu mengangkat unsur permainan dan mengundang partisipasi audiens untuk berinteraksi dengan karya.

Dia ingin mengajak audiens untuk mengenal lebih jauh tentang proses penciptaan bunyi serta mengajak mereka lebih peka terhadap sekitar.

Mira Rizki menjadi salah satu seniman yang mengikuti program inkubasi XPLORe: New Media Art Incubation, sebhah inisiatif pendidikan yang digagas oleh Arcolabs dan HONF pada 2018 dan 2019.

Untuk pameran ini, para seniman muda mendiskusikan tentang ekologi dan data sebagai tema utama.

Mereka mengusung cara manusia untuk menjadi lebih mawas mengenai perubahan ekologis menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan memahami esensi data sebagai acuan tindakan untuk menentukan kemungkinan di masa depan.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar