Percha: IKM potensial topang ekonomi Sumsel

id IKM,Songket,Kerajinan

Percha: IKM potensial topang ekonomi Sumsel

Anggota DPR Fraksi Partai Nasional Demokrat Percha Leanpuri saat memberikan sambutan pada pameran "Sriwijaya Exhibition" di Jakarta, Selasa (8/10/2019). ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta

....Potensi IKM di Sumsel luar biasa. Setiap desa di Sumsel bahkan memiliki ciri khas songket masing-masing, misalnya di Kabupaten Lingggau itu ada songket durian....

Jakarta (ANTARA) - Industri Kecil Menengah (IKM) potensial menopang perekonomian daerah, khususnya di Bumi Sriwijaya, untuk itu perlu didorong agar pelaku industri itu makin mengembangkan kreativitas dan inovasi, kata Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan Percha Leanpuri.

"Potensi IKM di Sumsel luar biasa. Setiap desa di Sumsel bahkan memiliki ciri khas songket masing-masing, misalnya di Kabupaten Lingggau itu ada songket durian, di Raos itu ada motif pohon karet," kata Percha di Jakarta, Selasa, saat menghadiri pameran produk unggulan IKM asal Sumsel yang digelar Kementerian Perindustrian.

Untuk itu, legislator Fraksi Partai Nasional Demokrat ini mendorong agar pelaku IKM di Sumsel semakin mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk berkreasi menciptakan produk-produk yang bernilai tambah dari potensi daerah yang dimiliki.

Pendiri Leanpuri Foundation ini menyampaikan bahwa produk IKM Sumsel yang potensial tidak hanya songket, melainkan makanan, kerajinan, hingga keramik.

"Produk-produk yang dihasilkan sekarang sudah mengikuti perkembangan zaman. Jadi, warna-warnanya juga sudah banyak yang dikreasikan. Selain songket, empek-empek sudah pasti, ada juga kopi yang sangat bagus untuk dikemabangkan," kata Percha.

Untuk itu, anak dari Gubernur Sumsel Herman Deru ini mendukung agar IKM Sumsel semakin percaya diri untuk tampil pada pameran-pameran tingkat nasional.

"Harus percaya diri, karena bahkan perancang busana asal Sumsel itu sudah dilirik desainer nasional," katanya.


Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.