Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan menjalankan program sosialisasi ke sekolah - sekolah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja atau siswa.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Jumat, mengatakan program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang bahaya narkoba serta cara menghindarinya.
Dalam program ini, Pemkot Palembang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) dan kepolisian, untuk memberikan edukasi tentang efek negatif narkoba dan cara menolak tawaran narkoba. Siswa juga diajarkan tentang pentingnya memiliki tujuan hidup yang positif dan membuat keputusan yang sehat.
"Tujuan program, ini untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya narkoba, mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, meningkatkan kemampuan siswa menghadapi situasi darurat," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, Hissar Siallagan menyambut baik upaya Pemkot Palembang dalam menangani peredaran gelap kasus narkoba.
Pihaknya saat ini bersama Pemkot Palembang sedang memproyeksikan untuk membentuk badan penanganan narkoba tingkat Kota Palembang.
"BNNK Palembang ini tujuannya untuk pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi narkoba, dan lain-lain," katanya.
Menurutnya, yang tidak kalah penting dalam penanganan narkoba yakni masyarakat harus mempunyai daya imun penolakan apabila ada yang mempengaruhi ajakan penggunaan narkoba.
Adapun pembuatan BNNK bisa memacu hal tersebut untuk melayani masyarakat Palembang khususnya dan masyarakat Sumatera Selatan umumnya.
Pemkot Palembang jalankan program sosialisasi cegah penyalahgunaan narkoba ke pelajar
Wali Kota Palembang Ratu Dewa diwawancarai usai audiensi dengan Kepala BNNP Sumatera Selatan di rumah dinasnya di Palembang, Jumat (9/1/2026). ANTARA/ M Imam Pramana
