Akhmad Munir Direktur Pemberitaan Kantor Berita ANTARA

id akhmad munir,direktur pemberitaan antara,dirpem antara,lkbn antara

Akhmad Munir (Foto Dok. Akhmad Munir)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Menteri BUMN Rini Soemarno menetapkan Akhmad Munir sebagai Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara.

Pengangkatan Akhmad Munir tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-88/MBU/04/2018 tanggal 12 April 2018, yang salinannya diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, F Harry Sampurno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Akhmad Munir merupakan pejabat karir yang sebelumnya pernah menduduki jabatan Kepala Biro Antara Jawa Timur periode 2010-2017 dan Pemimpin Pelaksana Redaksi Perum LKBN Antara periode Februari 2018 hingga diangkat sebagai Direktur Pemberitaan.

Pengangkatan Akhmad Munir bersamaan dengan dua direksi lainnya yaitu, Hempi Nartomo Prajudi sebagai Direktur Komersil, Pengembangan Bisnis dan Teknologi Informasi serta Nina Kurnia Dewi sebagai Direktur Keuangan

Harry Sampurno mengatakan dengan pengangkatan tersebut diharapkan mampu membawa Perum LKBN Antara ke dunia baru, baik dari sisi bisnis kompetensi dan SDM.

"Dengan begitu, Antara mampu menghadapi lingkungan yang 'disruptive' khususnya sebagai kantor berita nasional berskala internasional. Antara harus mampu mewujudkan menjadi rujukan berita dari semua lapisan masyarakat," tegas Harry.
   
         Profil
Akhmad Munir menamatkan pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas di SMA I Sumenep pada tahun 1985.

Pria berdarah Madura ini kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Ilmu Politik dan Sosial (FISIP) Univrsitas Jember dan lulus tahun 1991.

Setahun setelah menyelesaikan kuliah, Akhmad Munir diterima di LKBN Antara pada tahun 1992, sebagai jurnalis junior di LKBN Antara Biro Jawa Timur.

Sebelum bergabung dengan LKBN Antara, pria kelahiran Sumenep, 15 Desember 1966 ini pernah menjadi reporter pada Suara Akbar, Jember, dari 1990-1991 dan sebagai Public Relations di  Astra Credit Jakarta.

Pada tahun 1992-November 2008, Akhmad Munir menjalankan tugas kesehariannya sebagai reporter hingga menjadi redaktur, redaktur senior di LKBN Antara Biro Jatim. Memasuki tahun 2008-2009, karirnya sebagai pewarta terus menanjak hingga dipercaya menjadi Kepala Biro LKBN Antara Bengkulu.

Tidak cukup di situ, Akhmad Munir yang tekun dan memiliki moto hidup, "Bekerja Sabar, Ikhlas dan Istiqomah" ini kemudian kembali Jawa Timur.

Pada 2009-Maret 2010, suami dari Erva Agushinta (46) ini mendapat penugasan baru sebagai Asisten Manajer Pemberitaan LKBN Antara Jawa Timur, hingga akhirnya ditunjuk sebagai orang nomor satu atau menjadi Kepala Biro LKBN Antara Jawa Timur pada 2010 hingga akhir 2017.

Ayah tiga anak ini selain menekuni dunia jurnalistik juga aktif berorganisasi.

Saat kuliah, pada tahun 1988-1990 menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FISIP Universitas Jember.

Demikian juga pada organisasi keolahragaan, pernah didaulat sebagai Ketua SIWO PWI Jatim pada 2004-2012.

Selanjutnya, dipercaya menjadi Wakil Sekretaris I KONI Surabaya periode 2006-2010, Sekretaris Umum Persebaya periode 2005-2010.

Di sela-sela kepengurusannya di Persebaya, pada periode 2009-Agustus  2017, dia juga menjabat Wakil Ketua Umum KONI Surabaya, termasuk sebagai Sekretaris Umum Pengprov PSSI Jawa Timur selama 2011 hingga 2015.

Sedangkan di bidang organisasi media, Akhmad Munir sejak tahun 2012 hingga kini atau tercatat dua periode, masih tercatat sebagai Ketua PWI Jawa Timur.

Sejak tahun 2017 hingga saat ini, Akhmad Munir juga masih menjabat sebagai Ketua Bidang Media KONI Jatim, Ketua Penasihat Serikat Media Siber Indonesia Jatim dan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Stikosa/AWS.

Pada Februari 2018, Akhmad Munir berhijrah ke Jakarta. Di ibu kota negara ini, dipercaya sebagai Pemimpin Pelaksana Redaksi Perum LKBN Antara. Hingga akhirnya, Menteri BUMN Rini Soemarno, terhitung sejak 12 April 2018 mengangkat Akhmad Munir sebagai Direktur Pemberitaan Perum LKBN Antara untuk masa tugas lima tahun ke depan.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar