Yogyakarta (ANTARA Sumsel) - Seniman Agus Madzid Purnomo melalui pameran tunggal koleksi lukisan bertajuk "Karya Seni yang Membumi" mencoba mengajak orang awam mempunyai kepedulian terhadap karya seni dan nasib seniman.
"Dengan demikian, orang yang tidak langsung bergelut di ranah seni bisa memahami dan menghargai karya seni dan para seniman," kata Agus Madzid di Yogyakarta, Sabtu pagi.
Menurut dia, hal itu penting karena karya seni yang bermutu tidak harus ruwet. Simpel juga bisa indah, yang penting mengandung pesan yang berguna bagi kemaslahatan orang lain.
"Pameran tunggal koleksi lukisan itu dimaksudkan agar masyarakat bisa mengapresiasi beberapa karya seni, yang selama ini telah menginspirasi saya dalam berkesenian," kata Agus yang menggelar pameran "Karya Seni yang Membumi" di Sellie Coffee Yogyakarta.
Pelukis kelahiran Blora, Jawa Tengah, 25 Desember 1969 itu mengatakan bahwa berkesenian, termasuk di dalamnya melukis, adalah sebentuk pengabdian pada Sang Pencipta yang diejawantahkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Oleh karena itu, beberapa lukisan koleksi tersebut akan dilepas jika ada yang berminat, dan hasil penjualannya akan digunakan untuk membantu beberapa seniman yang mengalami kesulitan dalam menjalani hidup keseharian," katanya.
Beberapa lukisan yang ditampilkan dalam pameran yang berlangsung hingga 20 Juni 2013 itu, antara lain, berjudul Prasangka, Harapan, Bismillah, Polusi Sepanjang Hayat, Penari, Ceria, dan Pasir Pantai Laut Putih.
Agus MP gelar pameran tunggal koleksi lukisan
Ilustrasi (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/I016)
...Dengan demikian, orang yang tidak langsung bergelut di ranah seni bisa memahami dan menghargai karya seni dan para seniman...
