Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Palembang segera mengoperasikan kapal penyeberangan baru untuk penumpang dari hilir ke hulu Sungai Musi dengan meniru sistem yang diterapkan Pemerintah Kota Bangkok, Thailand.
"Secepatnya, kami akan meluncurkan fasilitas penyeberangan baru berupa kapal feri bermuatan sekitar 30 penumpang melayani rute seberang hilir dan hulu," kata Wali Kota setempat Eddy Santana Putra, di Palembang, Rabu.
Menurut dia, pengoperasian kapal feri itu akan menjadi solusi dan alternatif transportasi di Kota Pempek.
Karena selama ini untuk menyeberang dari kawasan hilir, seperti Pusri ke Plaju saja membutuhkan waktu setidaknya satu jam.
Ia mengatakan, dengan beroperasinya kapal tersebut akan menghemat waktu warga yang ingin berpergian menyeberangi Sungai Musi.
"Saya sudah mencoba rute Tangga Buntung ke Masjid Kimirogan hanya butuh waktu 12 menit," katanya.
Begitu juga ketika mencoba rute Benteng Kuto Besak ke wilayah 3-4 Ulu, Eddy menjelaskan hanya butuh waktu sekitar tujuh menit.
Kalau menggunakan moda transportasi darat membutuhkan waktu tidak kurang dari 20 menit.
Dia menambahkan, sampai kini peluncuran dua unit kapal ferisenilai masing-masing Rp1,1 miliar masih menunggu koneksi dengan halte bus transmusi.
Karena pihaknya terus berupaya optimal menyinergikan moda transportasi di Kota Pempek baik darat, sungai dan udara.
Sebelumnya, wali kota dan rombongan Desember 2010 melakukan studi banding ke Bangkok dalam berbagai sektor termasuk transportasi air.
Sungai yang membelah Kota Bangkok mirip dengan Sungai Musi, tetapi telah memiliki berbagai fasilitas pendukung yang memadai terutama transportasi air.
Warga Bangkok tidak lagi menyeberangkan kendaraan mereka, tetapi memarkirkan di seberang ketika hendak bekerja ke sisi lain sungai sehingga kota tidak macet.
Konsep itu, akan ditiru secara bertahap oleh Pemkot Palembang.
