PON 2012 - Pengurus renang minta maaf tak capai target

id renang, cabang renang pon

PON 2012  - Pengurus renang minta maaf tak capai target

Ilustrasi - Atlet tengah bertandingan pada PON XVIII Riau, 9-20 September 2012 (FOTO antarasumsel.com/Feny Selly)

....Pengurus cabang olahraga renang setempat meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan, karena target perolehan medali pada PON XVIII Riau, 9-20 September tidak tercapai....

Pekanbaru (ANTARA Sumsel) - Pengurus cabang olahraga renang setempat meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Selatan, karena target perolehan medali pada PON XVIII Riau, 9-20 September tidak tercapai.

Renang ditargetkan memperoleh dua emas namun hanya tercapai satu, kata Ketua Umum Pengurus Provinsi PRSI Sumsel Ahmad Rizal kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu.

Medali emas untuk kontingen Sumsel didapat dari nomor 400 meter gaya ganti putra atas nama M Akbar Nasution, kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya M Akbar Nasution ditargetkan dua emas, namun untuk nomor 1.500 meter atlet andalan itu gagal mendapatkan medali.

Oleh karena itu, pihaknya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Sumsel karena cabang olahraga renang belum mampu mencapai target perolehan medali.

Mengenai kendala dihadapi, menurut tim manajer renang itu, banyak permasalahan seperti air kolam keruh, namun tim renang dari daerah lain juga mengalami permasalahan sama, sehingga faktor keberuntunganlah yang menentukan.

Memang itu sudah standar tetapi sangat mengganggu atlet andalan Sumsel dalam bertanding, ujar dia.

Dalam kesempatan itu dia mengatakan, pelaksanaan pesta olahraga empat tahunan tersebut perlu dibenahi supaya prestasi yang dicapai benar-benar berkualitas.

Dia mencontohkan, setiap ikut PON prasarana cukup baik, namun di Riau ini masih banyak kelemahan termasuk penyelenggaraan dan arena pertandingan.(U005)


Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.