
Lebih dari 9.600 warga Palestina mendekam di penjara Israel hingga April 2026
Jakarta (ANTARA) - Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina melaporkan bahwa jumlah tahanan Palestina dan negara-negara Arab di penjara Israel mencapai lebih dari 9.600 orang hingga awal April 2026.
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasi pada Selasa, Komisi Tahanan, Masyarakat Tahanan Palestina (PPS), dan Asosiasi Dukungan Tahanan dan HAM Addameer mengatakan jumlah tahanan perempuan mencapai 86 orang, termasuk dua orang yang ditahan sejak sebelum genosida 7 Oktober 2023, dan 25 orang yang ditahan di bawah penahanan administratif.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa jumlah tahanan anak di bawah usia 18 tahun mencapai sekitar 350 orang, yang tersebar di penjara Ofer dan Megiddo, dengan dua anak perempuan ditahan di penjara Damon.
Menurut pernyataan tersebut, pada akhir 2025 jumlah anak yang ditahan di bawah penahanan administratif telah mencapai 180.
Jumlah tahanan administratif di penjara Israel naik menjadi lebih dari 3.532 pada awal April 2026. Jumlah itu mencakup perempuan dan anak-anak, yang mayoritas adalah bekas tahanan yang mendekam bertahun-tahun di penjara Israel.
Kategori tahanan lainnya meliputi siswa sekolah dan universitas, jurnalis, pegiat HAM, pengacara, insinyur, dokter, akademisi, anggota parlemen, pekerja, dan kerabat dekat dari warga Palestina yang terbunuh dan mereka yang ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk saudara perempuan dan istri mereka.
Sementara itu, jumlah tahanan yang dikategorikan penjajah Israel sebagai "kombatan ilegal", menurut lapas, telah mencapai 1.251 pada awal April 2026. Jumlah itu tidak mencakup mereka yang ditahan di pusat-pusat penahanan militer Israel.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa jumlah tahanan yang sakit di penjara Israel meningkat pascagenosida.
Sebagian besar dari mereka menderita penyakit bawaan, mengalami cedera, atau mengidap penyakit serius akibat kebijakan genosida yang membuat mereka hidup dalam kondisi yang keras dan represif.
Jumlahnya terus meningkat di tengah kebijakan penyiksaan dan penyalahgunaan medis yang masih berlangsung, termasuk larangan berobat.
Disebutkan pula bahwa jumlah tahanan yang meninggal dalam tahanan Israel sejak 1967 telah mencapai 326, termasuk 89 yang meninggal pascagenosida.
Data tersebut hanya mencakup identitas yang diketahui dari tahanan yang meninggal dalam tahanan Israel, sementara puluhan tahanan lainnya dari Gaza masih dinyatakan hilang secara paksa.
Sementara itu, jumlah tahanan Palestina yang meninggal dalam tahanan Zionis dan jasadnya ditahan oleh mereka telah mencapai 97 selama periode sebelum dan sesudah genosida.
Sumber: WAFA
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026