Ayu menyebut burnout sebagai bentuk stres berkepanjangan yang terjadi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kondisi ini dapat ditandai dengan menurunnya semangat kerja, kesulitan fokus, meningkatnya kesalahan kecil, hingga rasa enggan datang ke tempat kerja.
“Stres satu atau dua hari itu wajar. Burnout terjadi ketika stres dibiarkan terlalu lama dan tubuh serta pikiran tidak diberi ruang untuk pulih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak stres tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik. Ketegangan otot, sakit kepala, gangguan tidur, hingga penurunan daya tahan tubuh kerap muncul sebagai respons tubuh terhadap tekanan mental.
Melalui kegiatan ini, Ayu mengajak pekerja untuk lebih peka terhadap perubahan kecil dalam diri, sebagai upaya menjaga kesehatan mental agar stres tetap berada pada level yang sehat dan tidak berkembang menjadi burnout.
Ia menegaskan menjaga kesehatan mental perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat masalah muncul, agar keseimbangan kerja dan kesejahteraan diri dapat terjaga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pentingnya kesadaran diri menjaga kesehatan mental pekerja
