Sepekan, pemulihan dampak bencana Sumatera hingga harga BBM naik

id Ekonomi sepekan,rangkuman berita ekonomi,Dampak bencana Sumatera,Harga BBM naik

Sepekan, pemulihan dampak bencana Sumatera hingga harga BBM naik

Pengiriman truk tangki LPG (skid tank) dan mobil tangki BBM ke wilayah terdampak bencana di Aceh dengan menggunakan kapal laut. (ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga)

Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang ekonomi terjadi selama sepekan (1 Desember–6 Desember), mulai dari ESDM: Pemulihan listrik di Aceh 52 persen, Sumbar capai 99 persen, sampai Harga Pertamax naik jadi Rp12.750 mulai 1 Desember 2025.

Berikut sajian berita bidang ekonomi yang dirangkum LKBN ANTARA.


ESDM: Pemulihan listrik di Aceh 52 persen, Sumbar capai 99 persen

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan pemulihan pasokan tenaga listrik di wilayah Aceh yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor mencapai 52 persen, di Sumatera Utara 87 persen, dan Sumatera Barat mencapai 99 persen.

“Perbaikan infrastruktur listrik, terutama di tiga provinsi yang terdampak, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sudah berproses,” ucap Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Jumat.

Selengkapnya baca di sini.


Pertamina Patra Niaga percepat pemulihan distribusi BBM-LPG di Aceh

Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Aceh melakukan percepatan pemulihan layanan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Aceh pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah, kata Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Salah satunya adalah dengan peninjauan langsung ke Fuel Terminal (FT) Krueng Raya yang berperan sebagai titik suplai strategis bagi Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen, yang penyalurannya untuk sementara dialihkan dari Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe.

Selengkapnya baca di sini.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.