Palembang (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan mendorong pengembangan industri peternakan di wilayah itu tidak bergantung pembiayaan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) akan tetapi secara mandiri.
Ketua PDHI Sumsel drh Jafrizal di Palembang, Senin, mengatakan potensi peternakan di Sumsel besar yang bisa dikembangkan secara mandiri sehingga pendekatan konvensional yang bergantung pada anggaran pemerintah perlu segera ditinggalkan.
Ia menjelaskan pentingnya peran kemitraan lintas sektor, termasuk pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan petani sebagai penggerak utama.
"Pola ini tidak hanya mempercepat pertumbuhan, tetapi peran sektor swasta juga bisa dioptimalkan melalui CSR (Corporate Social Responsibility) untuk menyediakan sarana produksi, pelatihan, dan pengembangan pasar,” katanya.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi dana non-pemerintah, seperti investasi dari aparatur sipil negara (ASN) yang jumlahnya di Sumsel mencapai lebih dari 165 ribu orang.
"Jika setiap ASN berinvestasi satu ekor ternak akan tercipta tambahan populasi ternak secara signifikan tanpa menggunakan dana negara," ujarnya.
Dia mengemukakan integrasi peternakan dengan sektor kehutanan dan perkebunan melalui konsep seperti silvopastura dinilai strategis dalam meningkatkan efisiensi lahan tanpa menambah beban fiskal negara.
PDHI Sumsel dorong pengembangan peternakan tak bergantung APBD
Pekerja memberi pakan ayam petelur di sebuah peternakan di Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2021). ANTARA FOTO/Anis Efizudin
