Palembang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian menyebutkan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Palembang, Sumatera Selatan itu aman.
Mendagri Tito saat diwawancarai di Palembang, Jumat, mengatakan saat ini pihaknya bersama Kementerian Pertanian itu sedang berfokus pada komoditas beras, sebab beras merupakan komoditas khalayak utama.
Dia bersama Menteri Pertanian Amran Andi Sulaiman telah meninjau penjualan beras SPHP di Pasar KM 5 Palembang dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM).
"Itu (beras) stok cukup banyak. Kemudian Bulog diperintah Bapak Presiden untuk menjual keluar (ke masyarakat) dalam bentuk SPHP. Dari beberapa tempat yang kami cek, termasuk di sini distribusinya cukup lancar dari Bulog,” katanya.
Tito mengaku dirinya sempat mewawancarai sejumlah pembeli di pasar tersebut. Alasan masyarakat memilih beras SPHP karena selain murah juga karena kualitasnya bagus.
“Tadi kita lihat kenapa memilih beras SPHP? Tidak hanya murah tetapi kualitasnya juga bagus. Nah, dengan adanya beras SPHP yang makin gencar dilakukan oleh Bulog atas perintah Pak Presiden dan Mentan. Kita harapkan harga beras di beberapa daerah yang agak sedikit naik itu akan turun. Sementara di daerah yang sudah banyak turun itu akan stabil,” kata dia.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok beras SPHP di Sumsel dalam kondisi aman.
“Stok beras aman, dan harga beras terkendali,” ucapnya.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani mengatakan pihaknya terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh wilayah Sumsel dan Babel.
“GPM hari ini kita lakukan di 37 titik di Sumsel, sementara di Palembang sendiri ada 19 titik. Total 144 ton beras yang kita gelontorkan, ini disebarkan di 5 cabang Bulog,” katanya.
Ia menjelaskan setiap titiknya disebar 2 ton beras SPHP dengan kemasan karung berisi 5 kilogram. Harganya Rp 57.000 per 5 kilogram. Adapun ketentuannya, satu orang hanya bisa membeli dua kemasan beras SPHP atau masing-masing 10 kilogram beras.
Untuk penyaluran SPHP hingga bulan Desember ditarget 44.000 ton. Sedangkan, stok di Gudang Bulog Sumsel Babel ada 99.000 ton.
Stok itu mampu mencukupi 5-6 bulan ke depan. Namun stok itu akan terus bertambah karena penyerapan di tingkat petani masih dilakukan.
“Kita juga melihat dan memantau harga, dengan menggelontorkan SPHP ini berdampak juga dengan harga beras premium khususnya di pasar-pasar tradisional, ritel atau modern. Itu juga menjadi satu dampak ke harga yang beredar sekarang,” jelasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendagri sebut stok Beras SPHP di Palembang aman
