Satu individu gajah sumatra berkelamin jantan diperkirakan berusia 18 tahun ditemukan mati di Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, pada Selasa (26/8) sore.
Penjabat Keuchik (kepala desa) Arul Pinang Samsi Alauddin mengatakan berdasarkan titik koordinat, lokasi ditemukan gajah mati berada dalam kawasan area pengguna lain (APL).
"Kami menerima informasi dari aktivis lingkungan dan perangkat desa yang menetap di Dusun Alur Kijing ada penemuan gajah mati pada Selasa (26/8) sore. Kemudian, informasi temuan bangkai gajah tersebut kami terus ke muspika," katanya.
Samsi Alauddin mengatakan bangkai gajah jantan itu awalnya ditemukan tim patroli gajah dari Forum Konservasi Leuser (FKL). Kemudian dilaporkan kepada dirinya selaku penjabat kepala desa.
Samsi Alauddin memperkirakan gajah tersebut mati sehari sebelum ditemukan karena bangkai satwa dilindungi itu sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
"Tidak jauh dari lokasi bangkai gajah tersebut ditemukan dua pondok milik warga yang roboh diduga diobrak-abrik satwa liar tersebut," kata Samsi Alauddin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polisi: Gajah mati di Aceh Timur diduga minum racun rumput
