Pendapatan ditopang oleh penjualan pada pihak berelasi sebesar Rp2,00 triliun, kemudian juga didapatkan dari penjualan pada pihak ketiga sebesar Rp62,56 miliar dan disusul penjualan segmen bisnis non semen atau diversifikasi produk senilai Rp18,88 miliar.
Selain itu, SMBR juga berhasil memangkas beban penjualan sebesar 19,5 persen menjadi Rp161,3 miliar dari sebelumnya Rp200,4 miliar dibandingkan periode tahun lalu.
Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang turun 11,9 persen menjadi Rp203,3 miliar dari sebelumnya sebesar Rp230,8 miliar dibandingkan periode tahun lalu.
Beban keuangan pun pada 2024 mengalami penurunan signifikan sebesar 20 persen menjadi Rp78,85 miliar dari sebelumnya Rp98,60 miliar dibandingkan periode 2023.
“Hasilnya, SMBR mampu mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp129,25 miliar. Angka ini meningkat 6,3 persen dibandingkan laba bersih di tahun 2023 yang senilai Rp121,57 miliar,” kata Hari.
Semen Baturaja bukukan laba Rp129,25 miliar di tahun 2024

PT Semen Baturaja berhasil membukukan laba Rp129,25 miliar di tahun 2024. (ANTARA/Humas SMBR)