135 rumah warga OKU terdampak banjir

id Bencana banjir, tanah longsor, warga terdampak bencana, permukiman penduduk, BPBD OKU,Baturaja,Palembang,Sumsel,Banjir

135 rumah warga OKU terdampak banjir

Banjir saat merendam ruas jalan di permukiman penduduk Kota Baturaja Kabupaten OKU Sumel, Selasa (25/2/2025). ANTARA/Edo Purmana.

Baturaja (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan menyebutkan sebanyak 135 unit rumah warga di daerah itu terdampak banjir dengan ketinggian air antara 30 centimeter hingga satu meter.

Kepala BPBD OKU Januar Efendi di Baturaja Kamis mengatakan, curah hujan tinggi yang terjadi dua hari berturut-turut pada Senin (24/2) dan Selasa (25/2) merendam sejumlah kawasan permukiman penduduk di wilayah setempat.

"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 135 rumah warga terdampak banjir, dan enam rumah nyaris tertimbun longsor," katanya.

Adapun wilayah yang terdampak banjir itu meliputi Kelurahan Sekarjaya, Sukajadi, Sukaraya, Baturaja Permai, Kemalaraja, Desa Air Paoh, Tanjung Baru, dan Desa Tanjung Kemala.

Sedangkan bencana tanah longsor terjadi di Desa Ulak Lebar Kecamatan Ulu Ogan dan Desa Kemalajaya Kecamatan Muara Jaya.

Selain mengepung rumah penduduk, banjir juga merendam tiga unit fasilitas pendidikan dan menyebabkan keretakan pada jalan utama di Desa Ulak Lebar sepanjang 81 meter.

"Beruntung banjir tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, total estimasi kerugian akibat bencana alam kali ini mencapai Rp515.000.000," ujarnya.

Terkait bencana alam tersebut pihaknya telah memperpanjang status siaga darurat banjir dan tanah longsor hingga Maret 2025, sebagai upaya penanggulangan bencana alam sedini mungkin.

Dalam penetapan status tersebut pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa.

"Kami juga menyiagakan peralatan penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.