Untuk komoditas utama yang menyumbangkan inflasi secara yoy di antaranya emas perhiasan, cabai merah, minyak goreng, cabai rawit, dan bahan bakar rumah tangga.
Adapun berdasarkan kelompok pengeluarannya, andil inflasi tertinggi disumbangkan oleh kelompok makanan minuman dan tembakau yang mengalami perubahan harga 2,89 persen dan andil 0,90 persen kelompok transportasi dengan inflasi 1,84 persen dan andil 0,24 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 8,66 persen dan andil 0,56 persen.
"Beberapa catatan peristiwa yang mempengaruhi inflasi Sumsel pada Januari 2025 di antaranya penyesuaian harga BBM dan LPG bersubsidi, penyesuaian harga gabah, pengaruh cuaca, diskon tarif listrik, kenaikan UMP Sumsel, kenaikan tarif cukai hasil tembakau dan sejumlah upaya pengendalian inflasi," kata Wahyu.
BPS: Sumsel alami deflasi 0,36 persen pada Januari 2025
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
