Kemenperin: Industri pulp surplus sebesar 4,7 miliar dolar AS

id Industri pulp dan kertas,Kemenperin,Surplus,berita sumsel, berita palembang

Kemenperin: Industri pulp surplus sebesar 4,7 miliar dolar AS

Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Dirjen Agro Kementerian Perindustrian Merriyanti Punguan memberi sambutan ketika membuka pameran AllPack Indonesia dan AllPrint Indonesia 2023 di JIExpo Kemayoran, Jakarta (11/10/2023). ANTARA/Putu Indah Savitri


“Indonesia juga sudah mencetak paspor dari negara-negara lain di dunia. Jadi, ini suatu kelebihan dari hasil industri kertas dan percetakan kita,” kata Merri.

Oleh karena itu, dalam rangka menjaga kelangsungan proses produksi dan pengembangan industri, serta meningkatkan daya saing industri, Merri menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan jaminan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku dan bahan penolong industri.

“Ini seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2014 tentang Perindustrian,” kata Merri.

Diketahui, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika membidik Sumatera Selatan dan Banten untuk menjadi wilayah pengembangan kemasan ramah lingkungan, seperti kemasan yang berbahan dasar pulp hingga singkong.

“Wilayah yang ditargetkan, sekarang itu ada di Sumatera Selatan dan juga di Banten,” kata Putu di Jakarta, Jumat (6/10).

Putu menjelaskan bahwa bahan dasar pulp yang digunakan untuk kemasan berbasis paperboard tidaklah berasal dari penebangan hutan atau deforestasi. Pulp tersebut, kata dia, berasal dari penanaman khusus.

Keunggulan bagi Indonesia sebagai negara tropis, lanjut Putu, yakni penanaman yang hanya membutuhkan waktu 3-5 tahun untuk menghasilkan kayu yang siap menjadi pulp. Sedangkan, untuk negara-negara lain yang berada di wilayah subtropis, membutuhkan waktu hingga 12 tahun.