Diambang kepunahan, Dekranasda bentuk kampung kerajinan khas Palembang 'Angkinan'

id dekranasda sumsel,sulaman khas palembang,sulaman ankinan,kampung angkinan,pkk sumsel,songket palembang,palembang,berita palembang,sumsel,info sumsel,k

Diambang kepunahan, Dekranasda bentuk kampung kerajinan khas Palembang 'Angkinan'

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru (ANTAR/HO - Humas Pemprov)

Saya ingin melestarikan warisan budaya ini. Selama ini yang kita tahu dan dikenal luas hanya kain songket, padahal kita punya kain khas lain yaitu kain sulam angkinan
Palembang (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumatera Selatan akan membentuk kampung kerajinan khas Palembang 'Angkinan' guna melestarikan produk daerah karena kini sudah banyak diambang kepenuhan.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Selatan Hj Febrita Lustia Herman Deru di Palembang, Jumat, mengatakan, pihaknya berinisiatif untuk melestarikan warisan budaya khas Palembang dengan segera membentuk kampung 'angkinan' yang berlokasi di kawasan Jalan Mayor Zen Lorong Peternakan Kota Palembang .

Dia menjelaskan, Sulaman angkinan merupakan kerajinan khas Palembang dengan menggunakan benang emas warna-warni dimana biasa diaplikasikan pada pakaian adat Palembang.

Selain itu sulaman tersebut juga digunakan di sejumlah kerajinan kain khas Palembang. "Sulam ini telah ada sejak kerajaan Sriwijaya. Dulunya, teknik sulam ini hadir lantaran perempuan zaman kerajaan dipingit kala terjadi peperangan antarkerajaan," katanya.

Menurut dia, kain beludru, benang emas, benang sulam, dan aneka jenis benang lain menjadi bahan utama pembuatan aksesoris rumah tangga kerajinan sulam angkinan.

"Saya ingin melestarikan warisan budaya ini. Selama ini yang kita tahu dan dikenal luas hanya kain songket, padahal kita punya kain khas lain yaitu kain sulam angkinan", ujar Feby.

Dalam kesempatan itu Ketua TP PKKK Sumsel ini juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke pengrajin sulam angkinan, Abdul Kadir Muis. 

Memang menilik tingkat kerumitan dan ketekunan dalam proses pengerjaannya sehingga kerajinan tersebut perlu dilestarikan. Tidak banyak yang tahu mengenai teknik sulam angkinan karena kurang populer di kalangan masyarakat jika dibandingkan kain songket yang lebih dikenal luas. 

Oleh karena itu pihaknya akan memperkenalkan sulam angkinan sekaligus mengangkat kembali kepermukaan agar kain beludru dengan hiasan angkinan lebih dikenal masyarakat secara luas baik domestik, nasional hingga internasional.

"Saya melihat langsung bagaimana proses pembuatan kain sulam tersebut, juga untuk mengetahui kendala apa saja yang mungkin dihadapi pengrajin. Saya ingin memperkenalkan sulam angkinan bagi masyarakat," tambah dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar