Polantas berjaket ojek "online" tak menyangka aksinya viral

id Polisi berjaket ojol, polantas, Jaktim,Jaket ojol,Jaket ojek,Ojok online

Polantas berjaket ojek "online" tak menyangka aksinya viral

Polantas berjaket ojek daring (online) menghentikan laju pengendara sepeda motor yang melanggar aturan di Jalan Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (18/2/2020). (ANTARA/HO-Pentim)

Jakarta (ANTARA) - Polisi Lalu Lintas berjaket ojek "online", Aiptu Ridwan Simanungkalit mengaku tidak menyangka aksinya menghadang pengendara pelanggar lalu lintas viral di media massa.

"Yang di video itu benar saya. Tapi saya enggak tahu kalau sampai ada warga yang memvideokan, apalagi sampai viral," ujarnya di Jakarta, Rabu.

Ridwan saat ini menjabat sebagai Kepala Pos Polisi Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Saat sedang bertugas mengatur lalu lintas pukul 07.45 WIB di Duren Sawit, Jakarta Timur, Ridwan mendapati pelanggar lalu lintas berkendara Yamaha Nmax.

"Diberlakukan sistem buka tutup di pertigaan Raden Inten, ketika arus lalin dari Bekasi yang mau ke Raden Inten distop, kami dipersilakan menutup jalan. Tiba-tiba nongol pengendara yang naik Yamaha Nmax," katanya.

Saat itu, Ridwan telah memperhatikan pengendara tersebut dari arah Bekasi yang melaju dengan kecepatan tinggi. "Bahkan saya hampir saja tertabrak. Karena posisi motor itu belok dan bisa berbenturan," katanya.

Kemudian Ridwan mengejar pemotor tersebut dan berhasil menghentikannya. Saat peristiwa tersebut berlangsung, Ridwan masih mengenakan jaket pengendara ojek "online".

"Jaket itu saya pakai karena jaket saya basah kehujanan. Terus saya dipinjemin sama teman-teman ojol. Karena tahu jaket saya basah, dia bilang nih pakai saja jaket saya. Saya pakailah itu," katanya.

Peringatan Ridwan sempat tidak dihiraukan pengendara motor, sebab atribut yang digunakan tidak mencirikan petugas Polri.

Namun setelah diberitahu bahwa Ridwan sebenarnya adalah polisi, pengendara meminta maaf. "Tidak ada sanksi tilang, hanya nasihat saja supaya berhati-hati berkendara motor," katanya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar