Istana Maimun paling banyak dikunjungi wisatawan

id Istana.maimun, dins pariwisata medan, masjid rya, bps sumut, dinas pariwisata medan

Istana Maimun paling banyak dikunjungi wisatawan

Kadis Pariwisata Medan, Agus Suriyono (tengah) sedang berbicara soal pariwisata dan industri kreatif. ANTARA/Evalisa Siregar

Medan (ANTARA) - Istana Maimun masih menjadi objek wisata terbanyak yang dikunjungi wisatawan nusantara maupun asing di Kota Medan..

"Dinas Pariwisata Kota Medan sedang dan terus berupaya meningkatkan kualitas objek wisata dan promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) maupun wisnus (wisatawan nusantara)," ujar Kepala Dinas.Pariwisata Kota Medan, Agus Suriyono di Medan, MInggu.

Dia tidak merinci jumlah wisatawan yang mengunjungi istana Kesultanan Deli yang merupakan salah satu ikon kota Medan yang terletak di Jalan Brigadir Jenderal Katamso, Medan.

Setelah Istana Maimun, objek wisata yang banyak dikunjungi adalah Masjid Raya yang juga masih menjadi bagian dari Kesultanan Deli.

Tjong A Fie juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Dia mengakui, sejauh ini, belum terdata lengkap jumlah wisnus.

Sementara, katanya, kunjungan wisman Kota Medan paralel dengan kunjungan ke Sumut yang dewasa ini berkisar 250ribun per tahun.

"Medan menjadi kota tempat transit dan menetap wisatawan yang datang ke Sumut," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi menyebutkan, tahun 2019, kunjungan wisman Sumut

naik 10,17 persen dibandingkan 2018 atau mencapai 260.311 orang.

Pada 2018, jumlah wisman masih 236.276 orang.

Kenaikan kunjungan didorong naiknya kedatangan wisatawan dari sejumlah negara seperti Belanda dan Taiwan

Kunjungan wisatawan Belanda di 2019 sebanyak 6.795 dari di 2018 yang sejumlah 4.439.

Adapun dari Taiwan naik menjadi 3.408 dari 3.233 wisatawan di 2018.

"Namun, Malaysia masih menjadi pemasok wisatawan terbanyak Sumut atau 121 700 orang," ujarnya.

Meskipun kunjungan wisatawan Malaysia pada tahun 2019 turun dibandingkan 2018 yang sudah sejumlah 139.878.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar