Mie Ayam Pangsit Sentosa yang menggoyang lidah

id mie ayam,pangsit,kuliner,makanan

Mie Ayam Pangsit Sentosa Palembang dengan mie yang bertekstur kenyal dan nikmat yang terjamin Halal dan tanpa bahan pengawet. (ist)

Palembang (ANTARA News Sumsel) – Mie ayam merupakan salah satu kuliner lezat favorit masyarakat yang mudah dijumpai, salah satunya kedai yang menjual mie ayam dengan tambahan olahan pangsit renyah di Mie Ayam Pangsit Sentosa.

“Mie Ayam Pangsit Sentosa telah berdiri sejak tahun 1996 di Jakarta,” kata Owner Mie Ayam Pangsit Sentosa Efri di Palembang, Kamis (3/1).

Mie Ayam Pangsit Sentosa terdiri dari mie bertekstur kenyal dengan bumbu pilihan, daging ayam, pangsit renyah, dan sayuran yang lezat.

“Produksi mie dari awal buka lebih autentik ke mie ayam original, namun kini sudah banyak varian lainnya,” ujarnya.

Untuk varian mie lainnya terdiri dari Mie Ayam Bakso, Mie Ayam Ceker, Mie Ayam Komplit, Kwetiaw dan Bihun yang tidak kalah lezat.

Mie Ayam Pangsit Sentosa menggunakan bahan dan bumbu pilihan yang terjamin Halal dan tanpa bahan pengawet.

“Seluruh mie tanpa pengawet dan 100 persen Halal. Untuk minyak dan kecap mie ayam kita racik sendiri dengan bahan pilihan,” ujar Efri.

Harga Mie Ayam Pangsit Sentosa sangat terjangkau yakni mulai dari Rp12 ribu hingga Rp20 ribu untuk Mie Ayam Komplit.

Efri mengatakan dalam satu hari, Mie Ayam Pangsit Sentosa dapat menjual hingga 100 porsi mie ayam.

“Di hari kerja dapat terjual hingga 50 porsi mie ayam, namun di akhir pekan dapat terjual sekitar 80-100 porsi mie ayam,”jelasnya.

Untuk konsumen yang berjarak cukup jauh ataupun belum sempat datang ke kedai langsung, Mie Ayam Pangsit Sentosa juga dapat dipesan melalui Go-Food.

“Saat ini sedang ada promo gratis ongkos kirim khusus konsumen yang berjarak kurang dari lima kilometer dari kedai,” tambah Efri.

Mie Ayam Pangsit Sentosa berlokasi di jalan Inspektur Marzuki Pakjo, Sekojo dan Kampus Palembang, buka setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 07.00-19.00 WIB dan Minggu mulai pukul 07.00-14.00 WIB.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar