Kuliner pempek lenggang terbesar cetak rekor MURI

id pempek lenggang,berita sumsel,berita palembang,berita antara,makanan palembang,rekor muri

Lenggang panggang. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Kuliner khas Palembang pempek lenggang terbesar di dunia yang dibuat alumni SMAN 15 Palembang, Sumatera Selatan, berhasil mencetak rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Senin.

Makanan berbahan baku telur, ikan, dan terigu ini dibungkus dengan daun pisang, lalu dipanggang di sebuah oven raksasa berukuran 4x2 meter.

Pempek lenggang raksasa dibuat dengan ketebalan 15,5 cm menggunakan 1,7 ton telur ayam yang dipecahkan selama dua jam.

Tak hanya itu, bahan lainnya juga tergolong banyak seperti 170 kilogram ikan gabus, 170 kilogram tepung kanji, 14 kg gula, dan 150 karung arang dan daun pisang kepok.

Proses pemanggangan memakan waktu sekitar 5 jam dengan mengganti arang pada bagian bawah secara berkala. Untuk memastikan lenggang matang, maka setiap menit diukur ketebalan lenggangnya.

Ketua Alumni SMPN 15 Palembang Muhammad Hartawan mengatakan, organisasinya mengambil momen reuni ini untuk memecahkan rekor MURI sebagai kontribusi alumni untuk mempromosikan kuliner Palembang.

"Kami ingin membuat semacam promosi kuliner, apalagi Palembang kaya akan kuliner. Kami bersyukur, lenggang terbesar ini berhasil dan semoga semakin mengenalkan pempek lenggang ke seluruh dunia," ujar dia.

Menurutnya selama ini masyarakat lebih mengenal pempek jenis kapal selam, lenjer, kulit, keriting, telur, tahu dan sebagainya. Padahal, pempek lenggang juga tidak kalah sedap.

"Pempek lenggang ini unik, didominasi oleh telur dan aromanya khas karena dipanggang," kata dia.

Sementara itu, Manager MURI Andre Purwandono mengatakan pihaknya sudah memutuskan pemecahan rekor ini berhasil bahkan dikategorikan tingkat dunia.

"Kami sebagai MURI akan memperkenalkan lenggang ini ke seluruh dunia, maka itulah akan memberikan rekor dunia juga," ujar dia.

Rekor ini termasuk kategori Superlatif, yang mana rekor dipecahkan melalui ukuran. (D019).
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar