Lomba pacuan kuda kepang

id kuda kepang,berita sumsel,berita palembang,berita antara,lomba kuda kepang

Lomba pacuan kuda kepang

Dokumentasi- Sejumlah anak didampingi pendampingnya mengikuti workshop membuat jaran kepang (kuda lumping) dari janur (ANTARA)

Sleman (ANTARA News Sumsel) - Panitia HUT Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan lomba "pacuan kuda kepang" di Lapangan Desa Wisata Gamplong, Desa Sumberahayu, Kecamatan Moyudan, Minggu.

Bupati Sleman Sri Purnomo, mengibaskan 'pecut' (cambuk) menandai dimulainya lomba "pacuan kuda kepang".

Sebelumnya Bupati menyerahkan secara simbolis kuda kepang kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman Agung Armawanta selaku penyelenggara lomba dan selanjutnya diserahkan kepada yuri.

"Penyelenggaraan lomba yang baru pertama kali dilakukan ini merupakan inovasi baru yang digagasnya mengingat banyaknya kesenian jathilan Sleman namun hanya sebatas pada pertunjukan seni saja dan ternyata dalam kesenian kuda kepang ini ada sesuatu yang digarap yakni dari segi olah raga tanoa meninggalkan unsur seni yang sudah ada," kata Agung.

Menurut dia, dalam pelaksanannya lomba dilaksanakan secara beregu dan perorangan. Untuk beregu satu kuda dinaiki oleh tiga orang dengan jarak tempuh 45 meter.

"Untuk 10 meter pertama semua peserta melakukan tebar pesona dengan menari layaknya pada pentas seni jatilan. Selanjutnya pada 10 meter kedua ada tali yang melintang sehingga peserta harus menunduk atau dengan variasi lain agar tidak menyangkut tali dan 15 meter selanjutnya ada tiga halang rintang setinggi 20 cm yang harus dilompati peserta dan 10 meter terakhir peserta boleh berlari sampai garis finish," katanya.

Bupati Sleman memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kreasi baru yang dilakukan Dinas Pemuda dan Olah raga Sleman dalam acara pacuan kuda kepang.

"Olah raga ini memadukan kreasi olahraga dan seni sehingga diharapkan menjadi olah raga baru yang digemari, dikenal dan berkembang di Sleman," katanya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar