Kuda Kepang Magelang diundang ke New Zeland

id kuda kepang, kuda lumping

Kuda Kepang Magelang diundang ke New Zeland

Ilustrasi (FOTO ANTARA)

Magelang (ANTARA Sumsel) - Kesenian Kuda Kepang dari kawasan Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah diundang pentas oleh panitia Festival WOMAD di New Zealand pada 15-17 Maret 2013.

"Festival tersebut sangat berwibawa untuk ukuran Asia Pasifik, karena ditonton sekitar 30.000 orang dari berbagai negara dan akan hadir sebanyak 400 musisi," kata seniman senior dari Komunitas Lima Gunung, Sutanto Mendut di Magelang, Kamis.

Ia membacakan surat undangan dari panitia WOMAD tersebut pada acara pentas dan dialog Kuda Kepang dengan tema kemerosotan budaya di Stodio Mendut. Kegiatan ini untuk menanggapi ucapan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo yang menilai bahwa Kuda Kepang adalah kesenian paling jelek di dunia.

Sutanto yang juga pemilik Studio Mendut tersebut mengatakan, bahwa undangan pentas tersebut sudah diterima enam bulan yang lalu ditujukan untuk Komunitas Lima Gunung khususnya grup kuda kepang Gunung Andong pimpinan Supadi, setelah salah satu peninjau dari New Zealand melihat pentas kuda lumping di Merapi.

Ia mengatakan, panitia festival memilih Kuda Kepang dari pada kesenian lainnya karena dinilai punya keunikan. Kuda Kepang salah satu kesenian paling unik di dunia karena ada aspek kesurupan dalam pementasannya.

"Kesurupan ini tidak bisa dipelajari dengan sains baik di luar negeri maupun di ISI Solo. Tidak ada pelajaran kesurupan, mereka tertarik karena Kuda Kepang ada aspek psikologinya," katanya.

Seniman dari Gejayan, Banyusidi, Kecamatan Pakis, Riyadi, mengatakan siapa pun yang menyatakan bahwa kesenian Kuda Kepang merupakan kesenian paling jelek di dunia menunjukkan orang tersebut wawasan budayanya masih dangkal.

"Siapa pun yang menyatakan itu, saya kira wawasan budayanya masih dangkal. Bagaimanapun menurut saya kesenian rakyat mempunyai nilai filosofi," katanya.

Ia mengatakan, kesenian Kuda Kepang pimpinan Supadi mendapat undangan pentas di New Zealand, apakah ini karena jelek atau bagaimana, lalu untuk mengukur kejelekan suatu kesenian parameternya apa.

Ia menuturkan, sebentar lagi di Jateng akan digelar pemilihan gubernur, siapa pun yang menjadi Gubernur Jateng mendatang harus menyelenggarakan festival Kuda Kepang.
(ANT-H018/B012)