Usaha restoran dan pariwisata menggeliat di Palembang

id restoran,usaha restoran menggeliat,dampak asian games,pariwisata,objek wisata,bkb,jembatan ampera, hotel dan restoran

Sejumlah wisatawan menikmati kuliner di atas kapal warung makan terapung di tepian Sungai Musi Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumsel. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/17/I016)

....Kami belum dapat memastikan kapan, namun akan kita kaji lagi seperti apa prosedur pemangkasan....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Usaha restoran dan pariwisata menggeliat di Palembang berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) sepanjang 2017.

Kepala Bidang Perizinan, Non Perizinan, Pembangunan dan Lingkungan Palembang Chandra Kurniadi di Palembang, Selasa, mengatakan, total pengajuan perizinan sampai dengan 1 Januari hingga 28 Februari 2018 terdapat 2.759 pengajuan perizinan dan yang paling dominan adalah di sektor hygienie dan sanitasi serta kepariwisataan.

"Geliat juga terasa tahun ini, untuk tanda daftar usaha pariwisata tahun ini terdapat 126 pengajuan yang masuk, sedangkan untuk hygiene dan sanitasi terdapat 67. Padahal biayanya untuk satu triwulan hanya 50," kata dia.

Chandra menerangkan, dampak Asian Games cukup memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan geliat usaha pariwisata di Kota Palembang.

Ia mengatakan saat ini DPM-PTSP sedang melakukan kajian terhadap pemangkasan waktu penerbitan perizinan.

Hal ini sesuai dengan komitmen wali kota sebelumnya yakni perlu ada pemangkasan Standar Operasional Prosedur (SOP) perizinan, untuk memudahkan investor yang mengajukan perizinan khususnya pariwisata.

"Kami belum dapat memastikan kapan, namun akan kita kaji lagi seperti apa prosedur pemangkasan," kata dia.

Capaian positif ini juga merupakan dampak dari jumlah wisatawan ke Palembang mengalami lonjakan signifikan hingga 303,63 persen sepanjang 2017 karena dipengaruhi peran kota sebagai tuan rumah Asian Games XVIII tahun 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani di Palembang, Selasa, mengatakan, capaian ini menjadi signifikan karena pada 2009 hanya terdapat 675.698 wisatawan sementara pada tahun 2017 mencapai 2.011.417 pengunjung.

"Peningkatan ini tidak lepas dari upaya pemerintah yang terus merevitalisasi dan menambah destinasi wisata," kata dia.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar