Opera wayang Tiongkok dipentaskan di Pulau Kemaro

id opera, wayang orang

Opera wayang Tiongkok dipentaskan di Pulau Kemaro

Opera wayang Tiongkok dipentaskan di Pulau Kemaro Palembang (Oleh Evan Ervani/Parni)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Opera wayang Tiongkok menjadi sebuah tontonan yang paling dinanti warga saat dipentaskan pada perayaan Cap Gomeh di Pulau Kemaro Palembang, 3-5 Maret 2015, kata pelatih opera, Gio Hok Kin.

Opera wayang orang atau Ge Zi XI ini selain menghibur para pengunjung, juga didalamnya terdapat pesan moral disampaikan setiap pementasan dan tergolong masih langka, kata Gio Hok Kin di Palembang, Kamis.

Ia menjelaskan, opera wayang orang ini berasal dari daratan negeri Tiongkok merupakan sebuah kesenian memiliki ragam keunikan di dalamnya, mulai dari para pemain yang semuanya diperankan oleh kaum laki-laki dimana penampilan wajah harus dilukis.

Opera wayang orang ini biasanya dimainkan pada saat pemperingati hari jadi sebuah kelenteng, serta perayaan Cap Gomeh.

Sebelum pementasan para pemain wayang tersebut didandani sesuai lakon yang dibawakan, polesan tebal bedak merah dan putih dilukis di bagian wajah juga alis para pemain sebelum mengenakan kostum panggung bercorak zaman kerajaan Tiongkok.

"Para pemain saya latih di Klenteng Pertiwi Kwan In Palembang dengan jumlah personel mencapai 40 orang termasuk pemain musik," kata Gio menjelaskan.

Menurut Toni, salah satu pemain yang berperan sebagai anak sekolah, sudah main opera wayang orang ini selama enam tahun lalu sampai sekarang.

Demikian halnya pernyataan Erwin yang berperan sebagai ibu suri, suka dukanya dalam main wayang orang ini terasa lelah setelah usai pementasan.

Sementara, keunikan lainnya pementasan opera wayang tersebut diiringi instrumen klasik yang berasal dari alat musik tradisional Tiongkok, seperti paigu, simbal, pipa bambu dan alat petik sejenis gitar Zhanghou.

Bermacam cerita dan peran yang dimainkan oleh para pemain opera wayang orang ini mampu menghibur ratusan orang warga sedang menyaksikan pementasan berdursasi sekitar tiga jam pada saat perayaan Cap Gomeh di Pulau Kemaro tersebut.
Pewarta :
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar