Pilihan alternatif berbuka Lemang Tapai

id lemang, lemang tapai

Pilihan alternatif berbuka Lemang Tapai

Seorang penjual jajanan lemang Tapai Ketan di Pasar Beduk Palembang. (Foto Antarasumsel.com/13/Feny Selly/Aw)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Di Palembang meskipun tidak terlalu dikenal selayaknya laksan atau ragit, lemang tapai ternyata menjadi pilihan alternatif berbuka puasa dan bisa ditemui di beberapa penjual makanan di pasar bedug Palembang.

Lemang dengan tapai ketan atau biasa dikenal dengan lemang tapai ini merupakan masakan khas melayu yang menjadi tradisi Ramadhan di beberapa daerah seperti Bengkulu atau juga Padang.

Di Palembang ternyata Lemang tapai tidak sulit untuk ditemukan, di beberapa pasar bedug seperti pasar bedug BKB ternyata ditemukan beberapa penjual lemang tapai yang menyajikan makanan nikmat ini dengan beberapa pilihan ukuran.

Salah seorang penjual lemang tapai Oktaviani mengaku sudah lama dan turun temurun menjual makanan yang terbuat dari ketan itu.

"Kami berjualan menyebar di beberapa pasar bedug dan pasar 16 Ilir," ungkap dia.

Keluarga besarnya memang dikenal sebagai pembuat Lemang tapai dan di Luar bulan Ramadhan Ayahnya biasa menjual lemang buatan sendiri di Pasar 16 Ilir.

Lemang yang dibuatnya diakui sangat lezat dan legit karena dibuat dari bahan ketan pilihan dan dibakar dengan tingkat kematangan sempurna dalam bambu selama satu jam lebih.

Sementara tapai ketan merah pasangannya pun diracik dengan kadar manis cukup baik sehingga ketika keduanya dipadukan rasa manis yang legit membuat lidah tidak akan kuasa untuk terus mencoba.

Lemang tapai  yang dia jualkan dibandrol dengan tiga macam harga sesuai ukurannya. Untuk ukuran 10 cm dihargai Rp10.000, sementara untuk lemang sepanjang 15 cm Rp15.000, dan yang terpanjang berukuran 25 cm dihargai Rp25.000.

Sementara pasangannya dihargai terpisah, yaitu Rp5.000 rupiah untuk satu bungkis tapai ketan merah atau sekitar satu ons tapai ketan.

Pasangan legit itu sengaja dijual terpisah karena beberapa pelanggan lebih banyak berminat membeli salah satu di antara paduan makanan itu.

"Kadang ada yang beli untuk pasangan makan rendang atau sayur buncis," ujar dia.
Pewarta :
Editor: Awi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar