Lemang laris manis diserbu pembeli saat Ramadhan

id Lemang,Makanan berbuka,Info sumsel,Berita sumsel

Lemang laris manis diserbu pembeli saat Ramadhan

Pedagang lemang meraup untung karena banyaknya pembeli menjelang berbuka puasa (17/5) (ANTARA News Sumsel/Ina Parlina/Erwin M)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Omset penjualan lemang meningkat saat Ramadhan, minat masyarakat pada makanan tradisional ini masih cukup tinggi meski sulit dicari.

"Tadi buka jam 1 siang dan jam 5 sudah habis, masih banyak yang cari tapi stok sudah habis," kata Pedagang lemang Merry di pasar bedug, Kamis (17/5).

Merry telah 40 tahun menggeluti usaha lemang bersama keluarga, hari pertama puasa ia bisa menjual 10 batang lemang dalam waktu singkat.
 
Pedagang lemang meraup untung karena banyaknya pembeli menjelang berbuka puasa (17/5) (ANTARA News Sumsel/Ina Parlina/Erwin M)

Omset penjualan Merry dari menjual lemang bisa mencapai 100 persen saat Ramadhan.

"Kalau hari biasa pendapatan kisaran 500 ribu, kalau ramadhan bisa mencapai satu juta lebih," ujarnya.

Cita rasa khas dari lemang memang sangat melekat, lemang merupakan makanan yang terbuat dari ketan dan santan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan di dalam bambu yang kemudian di bakar selama 4 jam.

Merry memproduksi lemang jam 1 malam kemudian pagi hari ia menjual lemang tersebut di pasar cinde dan siang hari hingga sore ia berjualan di pasar bedug ini, karena menggunakan bambu yang di bakar makanan ini tetap terjaga kehangatan nya hingga sore hari.

"Ini hanya pakai garam saja jadi tanpa pengawet, karena dalam bambu dan dibakar lama jadi walaupun sore tetap hangat, ini juga bisa tahan hingga dua hari," jelasnya.

Dalam satu batang lemang Merry bisa mendapatkan 4 hingga 5 potong lemang yang di jualnya Rp15.000 hingga Rp20.000 .

Selama bulan Ramadhan Merry bisa memproduksi hingga ratusan batang lemang, bahkan menjelang lebaran permintaan lemang meningkat signifikan.

"Lebaran lebih banyak lagi, terkadang sampai kerepotan, kendalanya sulit cari bambu karena di kampung-kampung bambu banyak dibuat perumahan," terangnya.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar