Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Tiket bus dari Bengkulu-Lubuk Linggau mencapai Rp45 ribu dari sebelumnya hanya Rp30.000 per penumpang.
Kenaikan harga tiket bus itu terjadi pasca bentrok warga-polisi di jalan lintas Curup-Lubuk Linggau akhir-akhir ini, kata Candra, seorang petugas loket bus di Kota Bengkulu, Minggu.
Ia mengatakan, konflik warga-polisi itu tidak hanya berpengaruh pada harga tiket, tapi jumlah kendaraan yang diberangkatkan juga menurun.
Biasanya setiap hari memberangkatkan bus antara lima hingga enam unit, namun saat ini tiga dua unit saja yaitu keberangkatan pada pagi hari, sedangkan sore hari ditiadakan.
Dampak dari bentrokan itu sangat luas karena warga memilih tidak mau melintas jalan Curup-Lubuk Linggau dan beralih pada jalan lain menuju Sumsel.
Bentrokan antara warga di Kecamatan Sindang kelingi dan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, jumlah angkutan bus berkurang untuk menghindari perampokan dan penjarahan oleh warga di sepanjang jalan lintas Curup-Lubuk Linggau.
Bus jurusan ke luar Provinsi Bengkulu juga terbatas, meskipun masih ada melintas di jalan nasional tersebut, biasanya sudah ada komitmen dengan geng di sepanjang jalan tersebut.
Seorang korban perampokan di jalan lintas Curup-Lubuk Linggau, M Lubis mengatakan, sangat menyayangkan di dua kecamatan dalam Kabupaten Rejang Lebong menjadi rawan kriminal.
Padahal warga asli daerah itu sangat ramah dan bersahabat dan menghormati pengendara, namun akhir-akhir ini berubah anarkis, ujarnya.
"Kami mohon pihak keamanan dapat memulihkan situasi mencekam dan korbannya adalah saya sendiri nyaris mati dan seluruh harta penumpang ludes," tuturnya.(Ant)
