Palembang, (ANTARA News) - Pengunjung Taman Satwa dan Wisata Alam (TSWA) Punti Kayu di Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengeluhkan kondisi taman berikut satwa di hutan wisata alam itu kurang terawat.
Menurut salah seorang pengunjung asal Yogyakarta, Wito, di Punti Kayu, Minggu, kondisi TSWA Punti Kayu itu sangat berbeda jika dibandingkan dengan taman wisata alam di daerahnya.
"Jauh sekali bedanya. Punti Kayu kurang terawat dan koleksi satwanya tidak lengkap, hewan yang dipelihara juga terlihat kelaparan," kata dia.
Hal yang sama dikeluhkan Putra yang berdomisili di Palembang. Dia mengusulkan renovasi terhadap sejumlah fasilitas di TSWA Punti Kayu itu.
"Sebenarnya sangat bagus untuk berekreasi bersama keluarga di sini, tetapi fasilitasnya kurang mendukung. Ditambah lagi pengunjung harus membayar lagi jika akan ke taman satwanya," kata dia.
Menurut Putra, pengunjung banyak yang mengeluhkan jika harus membayar lagi untuk melihat ke salah satu arena di dalam taman wisata alam itu.
Ia mengharapkan pula agar koleksi satwa dapat ditambah sehingga semakin menarik minat pengunjung untuk datang.
Pengunjung lain, Tri juga meminta kepada pengelola agar mengatasi banyak nyamuk yang bisa mengganggu pengunjung, terutama anak-anak di dalam taman wisata itu.
Humas TSWA Punti Kayu, Antoni, mengakui bahwa perhatian pemerintah setempat sangat kurang terhadap taman wisata alam dan satwa itu.
"Sebenarnya saat ini sudah agak lebih baik karena tanggung jawab sudah ada di tangan swasta, tetapi perhatian pemerintah semakin berkurang," kata dia.
Menurut dia, TSWA Punti Kayu berada di bawah tanggung jawab PT Kusuma Putra Citra, dan asetnya dimiliki oleh Departemen Kehutanan.
Ia mengharapkan kepada pemerintah agar tidak lepas tangan dengan kondisi TSWA Punti Kayu seperti itu.
Lebih lanjut Antoni menegaskan bahwa berkat keberadaan TSWA Punti Kayu Palembang seluas 12 hektare yang tetap terjaga walaupun berada di perkotaan ini, Kota Palembang bisa meraih Piala Adipura lima tahun berturut-turut.
Akan tetapi, Antoni menilai tidak ada timbal balik dari pemerintah atas keberhasilan tersebut.
Antoni mengakui pula, selama ini pengunjung TSWA sepi walaupun pada hari libur.
"Hari Senin hingga Jumat pengunjung hanya berkisar lima puluh orang, dan Sabtu hingga Minggu bisa mencapai enam ratus orang," kata dia.
Menurut dia, uang dari tiket masuk pengunjung tersebut digunakan untuk biaya pemeliharaan dan makan satwa yang ada di TSWA Punti Kayu ini. (ANT-Ansyor/*BSB)
