Banjirdi OKU Timur Sumsel meluas ke empat kecamatan

id Bencana alam, banjir di OKU Timur, kaji cepat, korban banjir, BPBD Sumsel

Banjirdi OKU Timur Sumsel meluas ke empat kecamatan

Warga OKU Timur berjalan di genangan banjir. ANTARA/HO-BPBD Sumsel

Martapura (ANTARA) - Bencana banjir di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) meluas ke empat kecamatan yang merendam ribuan rumah penduduk di wilayah setempat.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman di Martapura, Sumsel, Sabtu mengatakan bahwa berdasarkan hasil pendataan tercatat sebanyak 1.359 rumah warga OKU Timur terendam banjir.

"Banjir meluas ke empat kecamatan meliputi Belitang II, Belitang III, Semendawai Suku III dan Belitang Mulya," katanya.

Dia mengatakan, banjir di Kecamatan Belitang II merendam sebanyak 871 rumah warga yang tersebar di delapan desa dan 101 rumah di enam desa di Kecamatan Belitang III.

Kemudian, 261 rumah warga di empat desa Kecamatan Semendawai Suku III dan 126 rumah di lima desa di Kecamatan Belitang Mulya juga terdampak banjir.

"Total sebanyak 1.359 rumah warga di 23 desa yang tersebar di empat kecamatan tersebut yang terdampak bencana alam," ungkapnya.

Menurutnya, banjir disebabkan hujan deras yang menimbulkan luapan air sungai di wilayah tersebut hingga merendam pemukiman warga.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun bencana alam mengganggu aktivitas masyarakat karena rumah mereka terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 centimeter hingga 1,5 meter.

Menyikapi bencana alam tersebut, pihaknya menerjunkan personel untuk bergerak menuju lokasi guna melakukan kaji cepat lintas sektor.

"Kondisi saat ini banjir sudah berangsur surut. Namun, ada juga sebagian wilayah yang masih tergenang," katanya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, personel BPBD Sumsel dan BPBD OKU Timur saat ini masih siaga di lokasi banjir guna mengantisipasi bencana susulan.





Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.