Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menggalakkan program sosialisasi guna mencegah kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya di Palembang, Kamis, mengatakan dengan memperkuat sinergi antar lembaga menjadi bentuk komitmen dan keaktifan dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Polda Sumsel terus menunjukkan keseriusan dalam menindaklanjuti arahan Kapolri terkait upaya nasional memberantas perdagangan orang. Kemudian juga melalui kegiatan sosialisasi dan supervisi," katanya.
Ia menambahkan Polda Sumsel juga menjadi penggerak utama dalam membangun sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya.
“Polda Sumsel tidak menunggu, tetapi bergerak aktif. Kami terus melakukan langkah preventif, sosialisasi, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku TPPO. Kegiatan bersama Mabes Polri ini adalah bagian dari upaya menyatukan persepsi dan strategi penanganan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antar instansi merupakan faktor kunci dalam memutus mata rantai perdagangan orang.
“Penanganan TPPO bukan tugas Polri semata. Dibutuhkan dukungan TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk melindungi korban dan mencegah terulangnya kejahatan serupa,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan perannya bukan hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai motor penggerak sinergi dalam upaya nasional melawan perdagangan orang.
Polda Sumsel galakkan program sosialisasi cegah TPPO
Kegiatan sosialisasi cegah TPPO Polda Sumsel di Palembang, Kamis (6/11/2025). ANTARA/ HO- Polda Sumsel
