Berdasarkan risalah Federal Open Market Committee (FOMC), sebagian besar pejabat mendukung pemangkasan suku bunga di akhir tahun 2025 kendati beberapa anggota dari mereka memperingatkan agar tak bertindak terlalu cepat, mengingat tekanan inflasi terus berlanjut.
Penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan dinilai mengganggu rilis data ekonomi utama, seperti Nonfarm Payrolls (NFP) yang seharusnya dipublikasikan pada Jumat (3/10).
“Kurangnya visibilitas terhadap kondisi ekonomi AS mempersulit prospek kebijakan Federal Reserve dan memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga yang akan segera terjadi,” kata Ibrahim
Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga hampir 100 persen pada bulan Oktober, diikuti pemangkasan suku bunga selanjutnya pada pertemuan bulan Desember. Prospek ini dinilai akan memberikan tekanan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Dolar AS (USD).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah melemah dipicu "government shutdown" AS berkepanjangan
