Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan membentuk tim terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Kelompok Tani Peduli Api dan Relawan Siaga Bencana serta unsur masyarakat untuk operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2025 ini.
"Kami mengkoordinasikan tim tersebut untuk meningkatkan konektivitas kesiapsiagaan menghadapi bencana akibat kebakaran hutan, kebun dan lahan tahun 2025 ini," kata Bupati Banyuasin Askolani di Banyuasin, Jumat.
Ia menyebutkan untuk kesiapan operasi itu, pihaknya menyiapkan peralatan dan perlengkapan pencegahan dan pengendalian kebakaran seperti mobil tangki air sebanyak tiga unit, mobil slep on sebanyak dua unit, mobil angkut personel sebanyak dua unit, dan masing-masing satu unit mobil inafis, mobil barakuda, mobil Amblunce, mobil pemadam, dan mobil dapur umum.
Kemudian kendaraan roda dua sebanyak 32 unit, mesin pompa, baik pompa apung, pompa jinjing dan perlengkapannya berupa selang, penyambung dan nozzle, penampung air serta peralatan pemadam manual lainnya.
Ada pula peralatan pemadam kebakaran milik perusahaan sebanyak 20 perusahaan.
Ia menerangkan berdasarkan data yang di rilis oleh Kementerian Kehutanan pada tahun 2023 di Kabupaten Banyuasin terdapat 27.025,95 hektare luas lahan yang terbakar dan pada tahun 2024 terjadi penurunan menjadi 2.891,30 Ha luas lahan terbakar.
Keberhasilan pengendalian kebakaran hutan, kebun dan lahan di Kabupaten Banyuasin tahun 2024, merupakan prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, tentunya itu berkat kolaborasi tim tersebut.
"Pada tahun 2025 ini kami mengharapkan kembali kerja sama dan kekompakan dalam penanggulangan kebakaran hutan, kebun dan lahan di Kabupaten Banyuasin kepada semua pihak sehingga dapat mewujudkan zero hotspot maupun zero firespot," ujar Bupati Askolani.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan Pemerintah Kabupaten Banyuasin menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Saat ini, Kabupaten Banyuasin telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Maka, sebanyak lima daerah di Sumsel telah menetapkan status tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyabana.
Ia menjelaskan empat daerah yang lebih terlebih dahulu menetapkan status siaga karhutla itu, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Kota Prabumulih.
Pemkab Banyuasin bentuk tim pencegahan karhutla 2025
Tim satgas Karhutla Banyuasin, Sumatera Selatan. ANTARA/HO- Pemkab Banyuasin
