Akui emosi bisa jadi langkah awal memaafkan orang lain

id memaafkan saat lebaran,langkah memaafkan,Lebaran ,Idul Fitri ,Psikolog Meriyati,Hormon kortisol

Akui emosi bisa jadi langkah awal memaafkan orang lain

Anggota keluarga melakukan prosesi sungkem dalam tradisi 'unjung-unjung' atau berkunjung saat merayakan Idulfitri 1439 H di rumah kerabatnya yang terendam air rob di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Jumat (15/6/2018). Tradisi masyarakat muslim Jawa berkunjung ke rumah keluarga maupun tetangga dilanjutkan mencium tangan kepada orang yang lebih tua itu sebagai ungkapan saling memaafkan sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi saat Lebaran. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Karena itu, memaafkan menjadi tindakan yang disarankan, walau ini terkadang bukan hal mudah.



Ilustrasi - Siswa melakukan sungkem pada guru di SMA Veteran 1 Sukoharjo, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (12/4). Siswa bersama seluruh guru melakukan doa bersama untuk kelancaran Ujian Nasional setingkat Sekolah Menengah Atas yang rencananya pekan depan. FOTO ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo/ed/pd/13.
Agar lebih mudah memaafkan, selain mengakui emosi, seseorang perlu menyadari bahwa memaafkan adalah untuk diri sendiri.

"Memaafkan bukan berarti setuju atau membiarkan pelaku lepas dari tanggung jawab, tetapi membebaskan diri dari beban emosional yang menguras energi," ujar Meriyati.

Selanjutnya, cobalah memahami alasan di balik tindakan orang lain. Hal ini bukan berarti membenarkan tindakan orang-orang yang menyakiti, tetapi mencoba memahami konteks atau situasi yang mungkin mempengaruhi perilaku mereka.

"Memahami hal tersebut dapat membantu Anda melihat situasi dengan perspektif lebih luas dan mungkin merasa lebih empati terhadap orang tersebut," ujar psikolog yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu.

Dia lalu menyarankan untuk mencoba melatih empati. Misalnya dengan bertanya pada diri sendiri, "Jika saya berada di posisi mereka, apakah saya juga dapat melakukan kesalahan yang sama?"

Langkah lainnya, yakni menulis jurnal, berbicara dengan orang yang dipercaya atau melakukan meditasi. Cara ini selain membantu memaafkan juga meredakan emosi negatif.

"Meskipun sulit, memaafkan dapat dilatih dengan menerima emosi yang dirasakan, mengelola emosi dengan baik, memahami perspektif orang lain dan menyadari bahwa tindakan ini lebih banyak menguntungkan diri sendiri," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akui emosi bisa jadi langkah awal memaafkan orang lain