Jakarta (ANTARA) - Psikolog Meriyati, M.Psi berpendapat bahwa mengakui dan menerima emosi yang hadir dapat menjadi langkah awal memaafkan orang lain terutama di hari Lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah.
"Izinkan diri untuk merasakan emosi marah, kecewa atau sakit hati yang dirasakan. Jangan menyangkal atau menekan emosi tersebut," ujar dia saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Menurut Meriyati, memaafkan bukan sekadar tindakan sosial, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik. Merujuk studi, memaafkan dapat mengurangi stres, meningkatkan kesehatan jantung dan meningkatkan kesejahteraan emosional.
"Ketika kita menyimpan amarah atau dendam, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol. Jika kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kecemasan," kata dia.
Akui emosi bisa jadi langkah awal memaafkan orang lain

Anggota keluarga melakukan prosesi sungkem dalam tradisi 'unjung-unjung' atau berkunjung saat merayakan Idulfitri 1439 H di rumah kerabatnya yang terendam air rob di Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Jawa Tengah, Jumat (15/6/2018). Tradisi masyarakat muslim Jawa berkunjung ke rumah keluarga maupun tetangga dilanjutkan mencium tangan kepada orang yang lebih tua itu sebagai ungkapan saling memaafkan sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi saat Lebaran. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)