Bupati OKU Selatan ingatkan warga waspada bencana alam

id Bencana alam, banjir dan longsor, daerah rawan bencana, musim hujan, Bupati OKU Selatan

Bupati OKU Selatan  ingatkan warga waspada bencana alam

Bupati OKU Selatan, Abusama. (ANTARA/Edo Purmana)

Muaradua (ANTARA) - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Abusama mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang rentan terjadi saat musim hujan.

Bupati Abusama di Muaradua, ibu kota Kabupaten OKU Selatan, Sabtu mengatakan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah setempat sejak beberapa hari terakhir berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

"Beberapa hari lalu saja terjadi jalan amblas hingga nyaris memutus akses jalan penghubung antar kecamatan di Kecamatan Buay Sandang Aji," katanya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana alam guna mencegah adanya korban jiwa.

Bupati juga menekankan pentingnya kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar seperti tidak membuang sampah di sungai guna mencegah banjir.

Menurutnya, langkah-langkah sederhana ini akan sangat membantu dalam mengurangi potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.

Sementara, berdasarkan hasil pemetaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Selatan terdapat sembilan kecamatan di wilayah itu yang dipetakan rawan banjir dan tanah longsor.

Sembilan kecamatan tersebut meliputi Banding Agung, Warkuk Ranau Selatan, Mekakau Ilir dan Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Muaradua Kisam, Kisam Tinggi, Kisam Ilir, dan sebagian wilayah Pulau Beringin meliputi Sindang Danau serta Kecamatan Sungai Are.

Daerah-daerah ini dipetakan rawan terjadi banjir dan tanah longsor saat musim hujan karena berada di dataran tinggi dan dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS).



Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.