Zelenskyy diminta untuk pergi, meskipun delegasi Ukraina dilaporkan memohon kepada tuan rumah untuk melanjutkan pertemuan, yang seharusnya mencapai puncaknya dengan penandatanganan perjanjian tentang logam tanah jarang dan konferensi pers bersama.Trump membatalkan penandatanganan perjanjian dengan Zelenskyy, yang sudah diratifikasi oleh pemerintah Ukraina, dan mengatakan pemimpin Ukraina itu tidak akan diterima kembali di Gedung Putih sampai dia "siap untuk perdamaian".
Setelah pembicaraan yang gagal dengan Trump, Zelenskyy mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia yakin dia tidak melakukan kesalahan apa pun dan menolak untuk meminta maaf kepada pemimpin AS tersebut.
Namun, Zelenskyy meyakini bahwa hubungannya dengan Presiden Trump bisa diselamatkan setelah keduanya terlibat perdebatan sengit dan pembicaraan mereka berakhir kandas.
"Ya, tentu saja, karena hubungan ini lebih dari sekadar hubungan dua presiden," kata Zelenskyy saat wawancara tersebut ketika ditanya apakah menurut dia hubungan dengan presiden AS itu dapat diselamatkan.
Sumber: Sputnik-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PM Prancis: Kisruh Zelenskyy-Trump pertanda aliansi Barat terpecah
