Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan pada 2025 fokus pada penanganan banjir jangka panjang agar ke depan bencana alam yang sering terjadi di wilayah itu tidak terulang kembali.
Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten OKU Indra Susanto di Baturaja, Jumat, mengatakan pihaknya telah menerima masukan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dari 13 kecamatan di wilayah setempat, termasuk terkait dengan masalah tersebut.
Kolam retensi menjadi fokus prioritas pembangunan pada usulan musrenbang tingkat kecamatan untuk Kecamatan Baturaja Timur.
Hal itu dilakukan guna mengantisipasi banjir di Kota Baturaja, khususnya Kecamatan Baturaja Timur.
"Sesuai arahan Penjabat Bupati OKU Teddy Meilwansyah beberapa waktu lalu, pada tahun ini kami fokus menuntaskan beberapa program, salah satunya mengatasi masalah banjir," katanya.
Pembangunan kolam-kolam retensi dan normalisasi sungai perlu dilakukan sehingga ketika curah hujan tinggi paling tidak dapat mengurangi risiko banjir dan tanah longsor.
Pemkab OKU juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan pemetaan penyebab banjir yang sering terjadi di wilayah setempat.
Berdasarkan pengamatan secara fisik, kondisi di daerah hulu memang ada permasalahan yang diduga akibat penggundulan hutan ekstrem hingga menimbulkan bencana banjir yang hampir terjadi setiap tahun.
"Untuk mengatasi banjir dalam jangka pendek kami sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di daerah hulu agar jangan sampai mereka melakukan perambahan hutan secara liar," ujarnya.
Pemkab OKU cari solusi permanen atasi banjir

Bencana banjir melanda Kabupaten OKU pada periode Mei 2024. (ANTARA/Edo Purmana)