Kemudian, ada juga sumbangan dari sejumlah perangkat desa di wilayah itu lalu ditambah dengan sumbangan yang berasal dari pendapatan asli desa (PADes).
"Dari sumbangan tersebut terkumpul uang sebesar Rp4 juta, lalu sumbangan diserahkan kepada orang tua korban di Desa Tunggal Jaya," katanya.
Kemudian, katanya, ada juga bantuan dari sahabat "ngarit" atau perkumpulan warga yang melakukan aktivitas mencari rumput untuk pakan ternak yang jumlahnya cukup lumayan sebesar Rp7 juta.
Selain itu, katanya, ada juga bantuan dari Desa Karang Jaya yang berbatasan dengan Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, termasuk ada juga bantuan dari warga lainnya di luar desa ini.
Sekarang ini, katanya, perwakilan Pemerintah Desa Tunggal Jaya mendampingi petugas dari BKSDA Mukomuko yang mau datang ke rumah duka di wilayah ini.
Ia berharap, semua bantuan dari desa, warga, maupun donator lainnya dapat sedikit membantu keluarga yang berduka atas kepergian anaknya yang menjadi korban dimangsa harimau di wilayah ini.
Sementara itu, ia mengatakan, bahwa situasi dan kondisi Desa Tunggal Jaya kembali normal. Warga di desa ini kembali beraktivitas seperti semula termasuk sekolah sudah belajar tatap muka.
Kendati demikian, ia mengimbau warga tetap waspada terutama petani yang mau panen jangan sendiri tetapi bersama-sama dengan rekannya untuk antisipasi kemunculan harimau.*
Keluarga korban terkaman harimau di Mukomuko peroleh bantuan
Pemerintah Desa Tunggal Jaya, Kabupaten Mukomuko menyerahkan bantuan kepada keluarga korban dimangsa harimau, Sabtu (18/1/2025) ANTARA/Ferri.
