Deddy Corbuzier: Aksi bela negara tak hanya kegiatan militer

id Deddy corbuzier,Vokaai ui,Ui depok,berita sumsel, berita palembang

Deddy Corbuzier: Aksi bela negara tak hanya kegiatan militer

Deddy Corbuzier bersama Direktur Program Pendidikan Vokasi, Padang Wicaksono., Ph.D. (ANTARA/ Foto: Humas UI)


Lebih lanjut, Deddy mengatakan bahwa tidak semua bentuk bela negara memiliki dampak yang positif. Pembicaraan mengenai SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) merupakan bentuk bela negara yang sayangnya sering kali menjadi sumber perpecahan bangsa.

Ia berpendapat bahwa SARA seharusnya dapat menjadi perekat yang menyatukan masyarakat, bukan pemisah.

Selain itu, ia juga menyoroti tentang banyaknya orang dengan pemikiran kurang bijak yang berani bersuara, sedangkan orang bijak sering kali memilih bungkam.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar generasi muda menggunakan media sosial dengan bijak dengan tidak menyebarkan hoaks atau konten yang dapat memecah belah masyarakat.

“Jadi tugas kalian itu dalam bentuk kreatif. Melakukan apa pun itu mudah, yang penting kuat mental, positive culture, dan berani bersuara. Sebab, negara kita akan hancur bukan karena banyak orang bodoh dan jahat bersuara, tetapi karena orang yang baik, pintar, dan kreatif tidak berani bicara,” kata Deddy menyimpulkan.

Dalam acara tersebut, Deddy Corbuzier turut didampingi istrinya, Sabrina Chairunissa, serta kedua anaknya, Nada Tarina Putri dan Azkanio Nikola Corbuzier.

Dalam suasana yang penuh semangat, seminar bela negara yang berlangsung selama dua jam ini dihadiri oleh 340 peserta yang terdiri atas mahasiswa Vokasi UI dan masyarakat umum.