Berburu tahu kriuk dekat Stasiun MRT Haji Nawi

id kuliner, tahu kriuk,tahu goh, amanda nurani nataprawira,stasiun MRT haji nawi, jakarta selatan

Berburu tahu kriuk dekat Stasiun MRT Haji Nawi

Antrean pembeli Tahu kriuk Tahu Goh dekat Stasiun MRT Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang ramai diburu pembeli, Sabtu (1/2/2020).(ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Wilayah Jakarta Selatan memiliki banyak lokasi jajanan yang ramai dikunjungi pembeli. Salah satunya dekat Stasiun MRT Haji Nawi tersedia jajanan paling 'hit' saat ini, yakni tahu kriuk.

Sabtu petang, sejumlah pembeli rela mengantre untuk mendapatkan tahu kriuk yang sudah tiga pekan ini viral di sosial media.

Ida (45) sengaja singgah untuk mencicipi tahu kriuk dengan merk "Tahu Goh" karena rasa penasaran setelah beritanya ramai di jagat 'twitter'.

"Penasaran aja, liat di twitter ramai beritanya, apalagi pernah tayang di 'brownies', kebetulan lewat sekalian singgah," kata Ida yang datang bersama ketiga temannya.

Warga Cilandak itu belum mengetahui persis rasa tahu kriuk tersebut. Tapi karena rasa penasaran yang membuatnya ingin mencicipi.

Rasa penasaran dan ingin mencoba tahu kriuk karena viral di sosial media juga jadi alasan Vera (20), mahasiswa UIN Jakarta yang jauh-jauh datang dari Ciputat, Tanggerah.

Meski harus sabar mengantre, Vera antusias untuk mencoba jajanan yang sedang diburu para penikmat kuliner.

"Liat di twitter ramai, katanya rasanya enak, jadi pingin coba juga, kebetulan lagi jalan-jalan di Sudirman," kata Vera.

 
Tahu kriuk "Tahu Goh" dekat Stasiun MRT Haji Nawi, Jakarta Selatan, yang ramai diburu pembeli, Sabtu (1/2/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)


Keberadaan tahun kriuk tersebut viral lantaran pemilik usaha Amanda Nurani Nataprawira (23) memiliki paras yang cantik.

Tidak hanya itu, wanita yang baru membuka usaha pertamanya selama tiga pekan ini merupakan lulusan Master Manajemen Bisnis dari Binus Bisnis School.

Menurut wanita berambut panjang itu, sejak usahanya viral penjualannya meningkat. Sehari bisa menghabiskan rata-rata 6.000-7.000 potong tahu.

"Penjualan tertinggi itu sampai tujuh ribu potong," kata Amanda.

Sejak viral di sosial media, kini tahu kriuknya banyak dicari pembeli, tidak hanya masyarakat umum yang membeli langsung lokasi, tapi juga pembelian secara daring.

Untuk harga jual lumayan terjangkau oleh kantong apalagi dengan rasa tahunya yang gurih. Tahu isi 10 dibabderol Rp16 ribu, isi 15 Rp24 ribu dan isi 20 Rp32 ribu.

Usaha tahu kriuk ini dikembangkan oleh Amanda bersama suaminya Achmad Syahbana (32) melalui usaha waralaba "Tahu Goh".

"Kita buka setiap hari dari jam 08.00 pagi sampai 20.00 WIB, untuk hari Minggu besok kita libur, kebetulan mau rehat sejenak," kata Achmad.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar