Angka harapan hidup orang tua di Papua rendah

id Bappeda:Angka harapan hidup orang tua rendah

Angka harapan hidup orang tua di Papua rendah

Kepala Bappeda Jayawijaya Petrus Mahuze. (ANTARA News Papua/Marius Frisson Yewun)

....Rendahnya angka harapan hidup orang tua itu juga dipengaruhi sumber daya manusia yang kurang, dalam mengelola pangan bergizi untuk kebutuhan tubuh.,,,

Wamena (ANTARA) - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua memastikan angka harapan hidup orang tua usia 50-60 tahun di daerah tersebut sangat rendah.

Kepala Bappeda Jayawijaya Petrus Mahuze di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu, mengatakan peningkatan angka harapan hidup orang tua itu menjadi perhatian pemerintah setempat.

"Kita punya angka harapan hidup di Jayawijaya itu berkisar antara 50, 55 sampai 60 tahun itu sudah tidak ada, sehingga perlu ada kecukupan gizi, pelayanan kesehatan yang memadai dan merata," katanya.

Rendahnya angka harapan hidup orang tua itu juga dipengaruhi sumber daya manusia yang kurang, dalam mengelola pangan bergizi untuk kebutuhan tubuh.

"Kami juga mengusulkan program untuk peningkatan produk lokal, sebab mesti banyak potensi yang luar biasa namun selama ini belum dikelola dengan baik," katanya.

Selain pangan bergizi yang dapat diolah, sumber pemasukan lain untuk keluarga, yang dapat menunjang angka harapan hidup juga sedang ditingkatkan.

"Misalnya pada sektor pariwisata yang dapat memberikan penghasilan untuk masyarakat, termasuk sektor pertanian kopi, madu dan komoditi lain," katanya.

Petrus Mahuze mamastikan peningkatan angka harapan hidup itu sudah dimasukan dalam program prioritas pembangunan daerah untuk tahun 2020.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.