Logo Header Antaranews Sumsel

Nyala harapan dari Rejosari, petani naik kelas berkat pelatihan wirausaha Pertamina EP

Selasa, 23 Desember 2025 11:17 WIB
Image Print
PT Pertamina EP Pendopo Field menghadirkan pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan melalui Program Pusat Pertanian Organik Terintegrasi.(ANTARA/HO-PT Pertamina EP)

Prabumulih (ANTARA) - Seperti petani kebanyakan di Indonesia, Rosela menggantungkan hidupnya pada padi-padi di sawah. Saat panen melimpah, penghasilan pun ikut menguat. Namun ketika cuaca dan hasil panen tak bersahabat, tekanan ekonomi menjadi tantangan sehari-hari.

Bukan hanya Rosela, petani-petani lain di Desa Rejosari, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan pun mengalami hal yang sama.

Rosela yang juga aktif sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) mencari cara untuk memutus ketergantungan tersebut.

Pada saat bersamaan, PT Pertamina EP Pendopo Field menghadirkan pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan melalui Program Pusat Pertanian Organik Terintegrasi. Perusahaan hulu minyak dan gas (migas) itu hendak membantu memperkuat ketahanan ekonomi petani.

Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan teknis bertani, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui pelatihan yang digelar akhir 2025 ini, PEP melatih para petani Rejosari menghitung biaya produksi, mengatur arus kas, hingga merancang pengembangan usaha yang dapat memberi nilai tambah pada produk mereka.

Bagi Pendopo Field, penguasaan aspek bisnis menjadi kunci agar usaha pertanian memiliki daya saing dan tidak berhenti pada pola produksi semata.

Perlahan, cara pandang para petani pun berubah. Wawasan mereka kian terbuka, memunculkan berbagai gagasan usaha yang dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Salah satunya Rosela yang berencana mengembangkan usaha bolu kelor. Selain bernilai ekonomi, produk ini juga diharapkan memberi manfaat sosial, khususnya dalam membantu mengatasi persoalan stunting di wilayah mereka.

“Semoga ide tersebut bisa segera diwujudkan,” ucap Rosela penuh harap, Senin (22/12/2025).

PT Pertamina EP Pendopo Field menghadirkan pelatihan manajemen keuangan dan kewirausahaan melalui Program Pusat Pertanian Organik Terintegrasi (ANTARA/HO-PT Pertamina EP)


Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional I Sumatera Iwan Ridwan Faizal menyampaikan program inisiatif PEP Pendopo Field ini merupakan respons atas tantangan nyata yang dihadapi petani, terutama dalam aspek pengelolaan usaha dan pemasaran.

Program ini diharapkan menyalakan harapan baru. Harapan untuk para petani Rejosari naik kelas dan mandiri dalam pengelolaan usaha.

“Kegiatan ini merupakan jawaban terhadap tantangan pemasaran yang dihadapi kelompok tani. Dengan begitu, petani dapat mengelola usaha pertanian secara lebih efektif dan berdaya saing,” ucap Iwan.

Dukungan tidak berhenti sampai di ruang pelatihan. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten PALI turut terlibat, bahkan membuka peluang kolaborasi lanjutan.

Pendamping UMKM, Asih Seroja, menjajaki kerja sama dengan Komunitas Lakutula, komunitas anak muda yang bergerak di bidang pemasaran digital, guna membantu produk petani menjangkau pasar yang lebih luas.

Apresiasi juga datang dari Camat Talang Ubi, Atmo Maryono. Ia menekankan pelatihan akan bermakna jika pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan secara berkelanjutan dalam praktik sehari-hari.

Dari Desa Rejosari, sebuah langkah kecil kini tumbuh menjadi pijakan penting menuju masa depan pertanian yang lebih berdaya, mandiri, dan penuh harapan.***



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026