Logo Header Antaranews Sumsel

Naluri ibu selamatkan lingkungan, KWT Bougenville Prabumulih manfaat lahan kosong jadi produkif

Kamis, 7 Mei 2026 23:23 WIB
Image Print
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville Prabumulih, Sumatera Selatan, memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam di bawah binaan Pertamina Hulu Rokan 4. (ANTARA/HO/PHR4)

Palembang (ANTARA) - Seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Patih Galung, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Rini Setia Budi (51), berhasil menginisiasi transformasi lahan terbengkalai menjadi kawasan produktif.

Lahan seluas 1.500 meter persegi yang semula memicu keresahan sosial kini berubah menjadi sumber pangan dan ekonomi bagi warga setempat.

"Saya menolak diam melihat lahan kosong itu menjadi tempat nongkrong yang menjerumuskan masa depan anak-anak kami. Lahan ini harus berubah wujud," ujar Rini di Prabumulih belum lama ini.

Keresahan Rini bermula pada tahun 2020 saat lahan di lingkungannya tidak terurus dan kerap digunakan untuk aktivitas negatif. Alih-alih sekadar mengeluh, ia menggerakkan para ibu di sekitarnya untuk membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville.

Perjuangan tersebut mendapat dukungan dari Pertamina EP (PEP) Limau Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, melalui program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (Niat Mila). Perusahaan memberikan pendampingan berupa pelatihan pertanian organik serta bantuan sarana dan prasarana.

Kini, KWT Bougenville telah mahir membudidayakan berbagai sayuran seperti kangkung dan sawi, hingga tanaman obat keluarga (toga) seperti jahe, kunyit, dan lidah buaya.

Dampak ekonomi dari program ini dirasakan langsung oleh anggota kelompok. Warga mampu menekan pengeluaran belanja dapur hingga Rp500 ribu per bulan karena kebutuhan pangan terpenuhi dari hasil panen sendiri.

Selain itu, PEP Limau Field membimbing kelompok tersebut dalam hilirisasi produk. Sebanyak 18 produk bernilai jual telah dihasilkan, di antaranya serbuk minuman Serjale (serai jahe lemon), Kunwak (kunyit temulawak), dan minuman segar Verranas (aloe vera nanas).

"Kami mendapatkan penghasilan tambahan Rp1,5 juta per bulan untuk kas kelompok. Saat lahan ini bisa menambal kebutuhan dapur sekaligus memberikan lingkungan bermain yang sehat bagi anak-anak, rasa lelah mencangkul langsung hilang," kata Rini.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyatakan bahwa kegigihan KWT Bougenville sejalan dengan misi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

"Kami ingin memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat nyata melalui pemberdayaan berkelanjutan yang menyentuh aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial," ujar Iwan.

PHR Regional Sumatera Zona 4 terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan yang menjauhi pola bantuan sesaat guna menciptakan kemandirian masyarakat di wilayah operasional mereka yang tersebar di Sumatera Selatan.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026